Beranda Olahraga Atlet Disabilitas Juara Internasional Lari

Atlet Disabilitas Juara Internasional Lari

BERBAGI

Kediri, AGTVnews.com – Keterbatasan fisik tak menjadi penghalang bagi seorang untuk berprestasi, justru kekurangan fisik bisa memacu semangat tersendiri untuk sukses dan berprestasi. Ini seperti yang alami seorang siswi asal Kota Kediri, peraih segudang prestasi olah raga lari. Tidak saja tingkat lokal tapi sudah sampai tingkat internasional, dan mengharumkan nama Indonesia.

Semangat untuk berprestasi dan menjadi yang terbaik tanpa menyerah dalam kondisi apapun. Itulah yang menjadikan Nanda Mei Solihah, penyandang disabilitas asal Kelurahan Dandangan Kota Kediri memiliki segudang prestrasi di bidang olah raga lari mulai dari tingkat lokal hingga internasional.

Bagi Nanda Mei, putri pertama pasangan Supriyanto dan Suwarni, keterbatasan fisik bukanlah menjadi penghalang untuk berprestasi. Namun justru membuatnya bersemangat. Prestasi internasional yang diraih pada tahun 2013 di Myanmar, yaitu mendapatkan dua medali perak dan satu perunggu.

Sementara di tahun 2014, pada ajang Asean Youth Para Games yang digelar di Malaysia, dirinya menyumbangkan tiga medali emas di nomor yang sama. Lalu pada Desember 2015 lalu, saat dirinya berhasil menyabet tiga medali emas di nomor lari 100 meter, 200 meter, dan 400 meter di kejuaraan Asean Paragames 2015 di Singapura.

Ditingkat nasional sendiri, pada Papernas di Bandung Nanda Mei kembali mendapatkan tiga emas di kategori sama seperti sebelumnya.

Terbiasa Hidup Mandiri

Dalam sehari-harinya, Nanda Mei lebih banyak mandiri. Meskipun keterbatasan fisik pada tangan kirinya, namun dia sanggup berangkat ke sekolah mengendarai motor dan masih menyempatkan diri untuk membonceng teman sekolahnya.

Siswa kelas XI SMA Negeri 7 Kota Kediri ini, di bidang akademiknya tidak kalah ketinggalan. Meskipun sering kali tidak masuk sekolah karena harus mengikuti kejuaran dan pelatihan nasional, prestasinya masih bisa menyamai teman-temanya yang lain.

Menurut Nanda, sejak kecil dirinya memang diajari oleh orang tuanya untuk mandari serta tidak pernah putus asa dalam kondisi apapun. Karena sejak enam tahun lalu, dia mulai dibina menjadi atlet lari, Nanda Mei terus melejit berprestasi, muali dari tingkat lokal kota dan kabupaten hingga tinggkat asia. Bagi nanda mei, prestasi ini belum seberapa, karena dirinya masih ingin berprestasi lagi di ajang internasional.

Atlet Paralympic ini masih memiliki sejumlah impian besar, salah satunya ingin mengukir prestasi sejarah pada ajang Asean Paragames 2018 mendatang di Indonesia. Selain itu Nanda Mei juga masih menginginkan pendidikan formal yang lebih tinggi, sehingga dirinya bisa menjadi seorang guru atau pelatih atletik.(*)

Reporter: Tim Liputan AGTV

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here