Beranda Wisata Hiburan Cara Pengrajin Wayang Kulit Bertahan Hidup

Cara Pengrajin Wayang Kulit Bertahan Hidup

BERBAGI

Ditengah kian menurunnya minat masyarakat pada kesenian wayang, sanggar kreasi milik Joko Adi Carito di Desa Tiru Kidul Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri ini tidak pernah berhenti memproduksi wayang kulit.

Untuk mempertahankan eksistensi, selain menjaga kualitas hasil garapan, Joko juga mencoba membuat wayang kulit dengan karakter baru. Wayang kulit tersebut, dari penampakan sudah terlihat beda dengan jenis wayang purwo yang selama ini ada. Diantara perbedaan itu adalah karakter wajah lebih muncul, mata putih mencolok dan garis kumis yang tebal.

Dengan karakter dan cerita baru, Joko berharap minat masyarakat pada kesenian wayang akan tumbuh lagi. “Pengrajin wayang sekarang ini harus kreatif. Sebab dari waktu ke waktu peminatnya makin menurun. Jadi kita ciptakan tokoh dan model baru agar diminati pedalang,” ungkap Joko.

Dalam proses pengerjaan wayang, Joko dibantu dua anaknya. Proses pembuatan diawali dengan menggambar tokoh wayang pada lembaran kulit sapi atau kerbau. Setelah proses menggambar tuntas, lalu diteruskan dengan memahat bagian-bagian kulit yang perlu dihilangkan, agar membentuk sebuah tokoh wayang.

Baca Juga:  Petugas Gabungan Kota Kediri Gelar Operasi Cipta Kondisi

Proses dilanjutkan dengan mewarnai kulit yang sudah membentuk tokoh wayang. Agar wayang dari kulit ini bisa tegak saat dimainkan, maka dibutuhkan gagang yang biasa disebut cempurit. Gagang wayang ini terbuat dari tanduk kerbau yang telah diolah sedemikian rupa sehingga elastis namun kuat.

Untuk membuat satu tokoh wayang kulit ini, dibutuhkan waktu sekitar satu minggu dalam pengerjaannya. Joko mematok harga tiap wayang dengan harga kisaran Rp 1 juta hingga Rp 2 juta tergantung ukuran dan kerumitan karakter wayang.

Berbagai karakter wayang baru yang diciptakan Joko sudah dipakai sejumlah dalang terkenal di Indonesia. Diantaranya tokoh wayang Dewi Sekartaji, Klono Sewandono, Lembu Amiluhur dan Ragil Kuning dalam cerita Panji.(*)

Reporter: Tim liputan AGTV.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here