Beranda Viral 5 Fakta Letusan Gunung Kelud 2014 yang Sulit Dilupakan

5 Fakta Letusan Gunung Kelud 2014 yang Sulit Dilupakan

BERBAGI

Letusan Gunung Kelud pada 13 Februari tahun 2014 silam, pasti sangat membekas di benak sebagian besar warga sekitar Gunung Kelud. Letusan maha dahsyat yang terjadi pada malam hari sekitar pukul 22.50 WIB itu menggoreskan kenangan yang sulit dilupakan hingga saat ini.

Redaksi AGTV mencoba merangkum 5 fakta letusan Gunung Kelud tahun 2014 yang hingga saat ini sulit dilupakan warga.

#1. Penetapan Status AWAS yang Terkesan Mendadak

Fakta yang pertama adalah penetapan status awas yang terkesan mendadak. Seperti diketahui, penetapan status AWAS letusan Gunung Kelud tahun 2014 baru dikeluarkan pihak yang berwenang sekitar 1 jam 35 menit sebelum terjadi letusan dahsyat.

Detailnya, PVMBG meningkatkan status AWAS letusan Gunung Kelud pada 13 Februari 2014 pukul 21.15 WIB dan diketahui gunung Kelud meletus pukul 22.50 WIB.

Fakta ini sangat berbeda dengan perkembangan letusan sebelumnya yakni tahun 2007 yang memiliki selisih waktu yang cukup lama. Pada letusan 2007 kala itu, PVMBG telah menetapkan status AWAS letusan pada 16 Oktober 2007 dan baru pada 3 November 2007 terjadi krisis yang berujung munculnya letusan freatik.

#2. Kepanikan Luar Biasa Saat Proses Evakuasi Warga Terdampak

Karena penetapan status awas yang sangat mendadak mengakibatkan proses evakuasi warga terdampak di 3 Kabupaten sekitar Gunung Kelud menimbulkan kepanikan luar biasa. Ratusan ribu warga secara berbondong-bondong harus meninggalkan area terdampak di radius 10 kilometer menuju wilayah yang dinyatakan aman.

Kepanikan warga saat evakuasi menjadi fakta kedua tentang letusan Gunung Kelud tahun 2014. Bagaimana tidak panik, ditengah ketidakpastian lokasi pengungsian yang dituju, beberapa saat kemudian Gunung Kelud sudah meletus dengan suara gemuruh yang sangat menggelegar yang konon suaranya terdengar hingga Purbalingga Jawa Tengah.

#3. Hujan Batu, Kerikil dan Abu Hingga Seluruh Jawa

Sesaat setelah letusan dahsyat Gunung Kelud pada pukul 22.50 WIB, kawasan sekitar lereng gunung mengalami hujan batu dan kerikil. Hujan batu terjadi di radius 5 klometer dari kawasan puncak sedangkan hujan kerikil dikabarkan hingga radius 50 kilometer.

Dampak berupa abu vulkanik pada tanggal 14 Februari 2014 dini hari dilaporkan warga telah mencapai Kabupaten Ponorogo. Di Yogyakarta, teramati hampir seluruh wilayah tertutup abu vulkanik yang cukup pekat, melebihi abu vulkanik dari Merapi pada tahun 2010. Ketebalan abu vulkanik di kawasan Yogyakarta dan Sleman bahkan diperkirakan lebih dari 2 centimeter.

Dampak abu vulkanik juga mengarah ke arah Barat Jawa, dan dilaporkan sudah mencapai Kabupaten Ciamis, Bandung dan beberapa daerah lain di Jawa Barat. Pada 14 Februari siang hari, hujan abu dari letusan telah melumpuhkan Jawa. Tujuh bandara di Yogyakarta, Surakarta, Surabaya, Malang, Semarang, Cilacap dan Bandung, harus ditutup lebih dari seminggu.

#4. Ratusan Ribu Warga Harus Diungsikan

Fakta keempat letusan Gunung Kelud tahun 2014 adalah jumlah pengungsi yang mencapai ratusan ribu jiwa dari 5 Kabupaten yakni Kediri, Malang, Blitar, Batu dan Tulungagung. Secara resmi BNPB mencatat jumlah pengungsi sehari pasca erupsi mencapai 76.388 jiwa yang sebagian besar didominasi anak-anak, lansia dan ibu-ibu. Sedangkan para suami memilih kembali ke rumah untuk menjaga harta atau membersihkan pasir yang ada di genting.

Secara matematis, jumlah penduduk di radius 10 kilometer area terdampak letusan kurang lebih 150.000 jiwa. Kenyataannya, pada saat letusan tahun 2014 itu sebagian besar warga hingga radius 20 kilometer dari titik letusan memilih menjauh.

#5. Dampak Kerusakan Sangat Dahsyat

Letusan Gunung Kelud tahun 2014 konon tercatat sebagai letusan yang terdahsyat sepanjang peradaban modern. Sehingga bisa dibayangkan dampak kerusakan yang ditimbulkan.

Data dari Pemerintah Propinsi Jawa Timur ada 12.304 rumah yang mengalami kerusakan pasca erupsi tersebut. Sebagian besar kerusakan pada atap rumah yang roboh akibat tak mampu menahan pasir yang terhambur serta genting yang pecah tertimpa hujan batu.

Kerugian materi juga terjadi akibat penutupan bandara yang dinilai mencapai miliaran rupiah, termasuk sekitar 2 miliar rupiah di Bandara Internasional Juanda di Surabaya. Kerusakan yang paling parah diderita sektor manufaktur dan industri pertanian. Kebun apel di Batu, Jawa Timur, membukukan kerugian hingga Rp 17,8 miliar, sedangkan industri susu di membukukan kerugian tinggi lebih banyak lagi akibat susu tercemar debu dan sapi perah tidak mengeluarkan susu.

Meskipun kerugian materi mencapai ratusan miliar rupiah, namun jumlah korban jiwa tercatat hanya 4 jiwa, itupun bukan akibat letusan secara langsung.

Inilah 5 fakta letusan Gunung Kelud tahun 2014 yang dihimpun Redaksi AGTV. Semoga dari kejadian tersebut dapat diambil hikmah dan pelajaran demi menghadapi letusan mendatang yang kita tidak tahu kapan terjadi. (*)

Tim Liputan AGTV.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here