Beranda Ekonomi Bisnis Musim Hujan, Produksi Jamur Naik Berlipat

Musim Hujan, Produksi Jamur Naik Berlipat

BERBAGI

NGANJUK – Jika dimana-mana terkena dampak longsor dan banjir yang disebabkan curah hujan tinggi, ternyata musim penghujan menjadi keuntungan tersendiri bagi pembudidaya tanaman jamur tiram. Seperti pembudidaya jamur tiram asal Dusun plosorejo Desa Kepanjen Kecamatan Pace Kabupaten Nganjuk ini. Musim hujan menjadi berkah tersendiri, karena curah hujan tinggi membuat kelembapan jamur terjaga, sehingga tanaman tumbuh subur.

Suburnya tanaman jamur berimbas kepada meningkatnya hasil panen. Seperti yang dialami Yustomo, ia mengaku hasil panen jamur tiramnya meningkat hingga 100 persen. Pada musim kemarau, sepuluh ribu baglog tempat tumbuh jamur miliknya menghasilkan jamur 10 kilogram. Namun di musim penghujan ini mampu memanen hingga 20 kilogram setiap hari.

Hasil panen yang meningkat saat ini dirasa cukup menggembirakan karena selain panen meningkat, harga jamur tiram di pasaran juga meningkat. Dari yang sebelumnya Rp 10 ribuĀ  per kilogram kini naik menjadi Rp 13 ribu.

Baca Juga:  Sukses Budidaya Melon, Kakek Nenek Raup Omset Puluhan Juta

Namun musim hujan yang ekstrim juga berbahaya bagi budidaya jamur, sebab bisa berimbas kepada matinya jamur. Ketika hujan lebih dari 4 hari berturut turut maka tempat budidaya jamur diangin-anginkan agar suhu bisa bertahan 16 derajat celcius hingga 24 celcius.

Budidaya jamur bisa menjadi alternatif bisnis sebab cara budidayanya relatif mudah. Pembudidaya hanya cukup menyedikan tempat untuk tanaman jamur tersebut, dengan cara di susun bertingkat. Untuk bibitnya bisa beli seharga Rp 2 ribu per baglog atau memproduksi sendiri. (*)

Reporter : Bagus Jatikusumo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here