Beranda Ekonomi Bisnis Bank Indonesia Himbau Warga Tidak Tukar Uang Baru di Jalanan

Bank Indonesia Himbau Warga Tidak Tukar Uang Baru di Jalanan

BERBAGI
Bak Indonesia Kediri memberi himbauan kepada masyarakat agar menghindari tukar uang di jalanan

AGTVNEWS.com – Penukaran uang baru sepertinya sudah jadi tradisi masyarakat Indonesia dalam merayakan Idul Fitri. Bahkan karena tingginya permintaan penukaran uang baru ini sampai menjamur jasa penukaran di pinggir jalan.

Atas fenomena ini, Bank Indonesia Kediri mengeluarkan himbauan kepada masyarakat agar tidak terlalu euforia dalam melakukan penukaran uang.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Djoko Raharto menyampaikan, agar masyarakat untuk tidak terlalu euforia untuk menukarkan uang dengan pecahan emisi baru, yang terpenting adalah fungsi dan nilai uangnya.

“Masyarakat dapat melakukan penukaran di tempat-tempat resmi yang disediakan oleh Bank Indonesia serta bank lainnya untuk menghindari diterimanya jumlah lembar dan nominal yang lebih rendah dan kemungkinan adanya uang palsu,” ujar Djoko Raharto dalam konferensi pers, Rabu siang (24/05/2017).

Masyarakat umum, kata Djoko, dapat menukarkan uang baru senilai Rp 3,7 juta per orang dengan dibatasi hanya boleh menukar uang sebanyak 1 pak sesuai nominal. Dalam hal ini nominal yang dibatasi adalah 20 ribuan, 10 ribuan, 5 ribuan dan 2 ribuan.

Baca Juga:  Angkat Isu Di Indonesia Melalui Art Grafity

Untuk melayani permintaan masyarakat, layanan resmi penukaran uang tersebut akan diadakan di Simpang Lima Gumul sekitar pukul 15.00 mulai tanggal 3 Juni 2017 sampai dengan 17 Juni 2017. layanan resmi ini bekerja sama dengan 7 bank umum di kediri.

“Untuk jumlah stok uang dalam berbagai pecahan tercatat cukup. Apabila diperlukan stok uang akan ditambah lagi,” tambah Djoko Raharto.

Proyeksi kebutuhan masyarakat untuk periode ramadhan 2017 diperkirakan sekitar Rp 6,5 Triliun dengan rincian Rp 6,1 Triliun untuk uang pecahan besar dan Rp 400 Miliar untuk uang pecahan kecil. jumlah tersebut meningkat drastis dari realisasi pada tahun 2015 dan 2016 yang ada pada kisaran Rp 3,4 Triliun dan Rp 5,2 Triliun. (*)

Reporter: Vicky Mahardika.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here