Beranda Hukum Kriminal 4 Muda-mudi Pengeroyok Pemabuk Jadi Tersangka

4 Muda-mudi Pengeroyok Pemabuk Jadi Tersangka

BERBAGI

AGTVNEWS.com – Empat muda-mudi asal jalan Nias Kota Blitar terpaksa harus berurusan dengan petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Blitar Kota lantaran dituduh menganiaya hingga tewas seorang pemabuk yang membuat onar di rumah kos tempat mereka tinggal. Keempatnya yakni ACS (23 tahun), DP (22 tahun) RS (22 tahun) dan EW (22 tahun).

Kisah yang membelit keempatnya berawal saat 3 pemuda asal Desa Sumberdadap Kecamatan Pucanglaban Tulungagung mendatangi rumah kos di jalan Nias Kota Blitar. Ketiga pemuda yang diketahui tengah mabuk minuman keras ini mengaku hendak menemui salah satu penghuni kos bernama Laila.

Saat diberitahu bahwa tidak ada nama Laila di rumah kost tersebut, ketiga pemuda ini justru mengamuk. Karena jengkel, akhirnya mereka berempat mengeroyok ketiganya hingga salah satu dari mereka yakni Ery Cahyo Santoso (29 tahun) meninggal dunia karena mengalami pendarahan parah. Dua pemuda lainnya berhasil kabur dan sudah diketahui identitasnya.

Menurut Kapolres Blitar Kota AKBP Heru Agung Nugroho, keempat penghuni kost ini dijerat pasal 170 KUHP karena disangka melakukan penganiayaan secara bersama-sama terhadap korban. Meskipun pada awalnya keempat orang ini mendapat perlakuan kasar dari korban, namun perbuatan pengeroyokan tidak bisa dibenarkan secara hukum,” jelas Kapolres Blitar Kota pada wartawan, Rabu (14/06/2017).

Baca Juga:  Sambut Haul Bung Karno, BMI dan Ansor Kutuk Persekusi

Dihadapan polisi, ACS mengakui telah menganiaya ketiga pemuda tersebut karena jengkel ulah sok jagoan yang mereka lakukan. “Pada saat kejadian itu saya didorong-dorong oleh korban, diancam, ditarget, sembari mengeluarkan makian pada kami yang tinggal di kost. Saya tersinggung dan balik marah kepada mereka,” ungkap ACS yang merupakan remaja putri ini.

“Belum pernah kenal sama sekali, baru kali itu datang dalam kondisi mabuk, cari nama Laila dengan ribut-ribut. Padahal sudah saya beritahukan di kost tidak ada yang namanya Laila. Dia cuma tamu tapi mereka tidak percaya,” imbuhnya ACS.

Dalam perkelahian tersebut tiga pemuda tersebut sempat melarikan diri, namun terkejar dan kembali terjadi aksi massa hingga menewaskan Ery Cahyo Santoso. Korban sempat dirawat di Rumah Sakit Mardi Waluya dengan hasil diagnosa meninggal akibat kekerasan benda tumpul pada kepala hingga terjadi pendarahan serius.

Kepada petugas kepolisian, keempat pelaku pengeroyokan ini mengaku menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan main hakim sendiri. Namun demikian, petugas tetap memproses perkara pengeroyokan ini lebih lanjut. (*)

Reporter: Didik Setiawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here