Beranda Hukum Kriminal Pelaku Penggelapan Mobil Mewah di Blitar Mengaku Panitia Kunjungan Pejabat

Pelaku Penggelapan Mobil Mewah di Blitar Mengaku Panitia Kunjungan Pejabat

BERBAGI

AGTVNEWS.com – Akal licik Riyadi Utomo (40 tahun) untuk berbuat kriminal terbilang sangat nekat. Pria asal Jalan Wungu Kelurahan Rembang Kecamatan Sanan Wetan Kota Blitar ini mengaku sebagai panitia kunjungan pejabat tinggi selanjutnya menyewa belasan mobil mewah untuk digadaikan. Perbuatan kriminal Riyadi Utomo terhenti di tangan petugas Satreskrim Polres Blitar Kota, Senin (19/06/2017).

Dihadapan petugas pelaku mengaku, mendapatkan kendaraan tersebut dari jasa penyewaan mobil. Lalu oleh pelaku belasan unit kendaraan tersebut digadaikan kembali sebesar Rp 10 juta hingga Rp 40 juta per unitnya. Selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, hasil gadai mobil tersebut oleh pelaku juga dipergunakan untuk menutup hutang.

Berdasarkan keterangan polisi, tindak kriminal Riyadi Utomo berawal dari tanggal 27 Mei 2017 tersangka menyewa 1 unit mobil Pajero dengan rentang waktu 3 hari dengan harga sewa Rp 1 juta/hari.

Namun pada waktu jatuh tempo tersangka tidak mengembalikan mobil rental pada pemilik dengan dalih masih dipakai rombongan dan justru meminta tambahan sebanyak 5 unit mobil diantaranya Toyota Altis, Sedan BMW, Toyota Innova dan Fortuner. Dan untuk kedua kalinya semua unit tidak dikembalikan.

Menurut Kapolres Blitar Kota AKBP Heru Agung Nugroho, modus dari pelaku yakni mengaku sebagai panitia kunjungan pejabat tinggi pada awal Juni lalu. Dengan dalih untuk keperluan transortasi rombongan pelaku kemudian menyewa belasan mobil rental.

“Ternyata mobil sewa ini digadaikan pelaku kepada orang lain. Dan pelaku ternyata bukan panitia kunjungan pejabat tinggi. Itu hanya kedok saja agar pihak rental percaya memberi pinjaman,” ungkap AKBP Heru Agung Nugroho.

Saat ini kasus tersebut masih didalami secara intensif oleh Kepolisian Resort Blitar Kota. Sementara pelaku akan dijerat dengan pasal 372 dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.(*)

Reporter: Didik Setiawan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here