Beranda Pemerintahan Putri Duyung Di Depan Kantor Walikota Malang, Serukan Brantas Bebas Popok

Putri Duyung Di Depan Kantor Walikota Malang, Serukan Brantas Bebas Popok

BERBAGI

AGTVnews.com – sejumlah aktivis yang tergabung dalam Brigade Evakuasi Popok (Kuapok) menggelar aksi di depan kantor Balai Kota Malang, Rabu siang (30/08/2017).

Para aktivis ini merupakan aktivis pecinta sungai dari Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton). Memakai pakaian ala putri duyung, mereka mengajak masyarakat tidak membuang popok di aliran sungai brantas.

Menurut Korlap Aksi, Prigi Arisandi, para aktivis memakai pakaian duyung ini untuk menggambarkan dampak dari pembuangan popok di sungai. Popok yang dibuang di sungai menyebabkan hampir delapan puluh persen populasi ikan di sepanjang aliran sungai berantas berjenis kelamin perempuan, sementara jenis kelamin populasi ikan di hilir sungai brantas mengalami interseks.

“Di sungai Brantas ini terdapat beberapa jenis ikan yang sekarang sudah mengalami perubahan jenis kelamin, akibat pencemaran lingkungan ini. Popok-popok yang dibuang ke sungai, akan berubah menjadi mikroplastik yang tidak akan musnah. Mikroplastik ini nanti yang akan mencemari lingkungan,”jelas Prigi.

Dalam aksi ini para aktivis mengajak masyarakat untuk tidak membuang popok di sepanjang aliran sungai. Selain pencemaran lingkungan, popok ini mengakibatkan daging ikan yang dikonsumsi manusia mengandung logam berat yang dapat mengakibatkan kanker.

Prigi menambahkan, “di wilayah Gresik, Mojokerto, Surabaya, mereka menggunakan air minum dari PDAM. PDAM ini mengambil air dari sungai brantas. Jadi secara tidak langsung kita meracuni manusia sendiri,” tambah Prigi.

Sebelumnya, para aktivis lingkungan ini sudah melakukan penelitian di sembilan kota dan kabupaten yang dialiri sungai brantas. Dari penelitian ini hampir delapan puluh persen sampah di jembatan terdiri dari popok bayi.(*)

Reporter: Ilmi Zamzam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here