Beranda Hukum Kriminal Eksekusi Lahan Tol Diwarnai Perlawanan Pemilik Lahan

Eksekusi Lahan Tol Diwarnai Perlawanan Pemilik Lahan

BERBAGI

AGTVnews.com – Proses eksekusi lahan terdampak tol di Kabupaten Nganjuk Jawa Timur, diwarnai kericuhan, Senin (7/8/2017). Pemilik lahan terdampak tol Mantingan – Kertosono menolak dieksekusi, karena nilai ganti rugi yang sangat rendah.

Puluhan warga Desa Bungur Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk, menghalangi alat berat yang akan mengeksekusi lahan pertanian mereka. Warga menolak eksekusi dari Pengadilan Negeri Nganjuk.

Mediasi yang dilakukan antara pihak pengadilan dan warga menemui jalan buntu. Bahkan pihak kepolisian terpaksa mengamankan beberapa warga yang dinilai bertindak sebagai provokator. Pengamanan ini memicu kericuhan.

Suwito, salah satu warga mengaku, tidak rela melepaskan lahan mereka dengan harga Rp 177 ribu per meter. Padahal lahan terdampak tol yang ada di desa sebelah dihargai hingga Rp 700 ribuan per meter. Padahal merupakan tanah rawa yang tidak bisa ditanami.

Baca Juga:  Penggusuran Semampir Diwarnai Isak Tangis

“Sepertinya tim pembebasan lahan membedakan dengan tanah desa sebelah. Tanah mereka dihargai lebih tinggi padahal tanah rawa. Lha tanah disini lebih subur, harganya kenapa lebih rendah,” ujar Suwito gusar.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Negeri Nganjuk Muchammad Samsul Arifin mengatakan, eksekusi dilakukan untuk 24 bidang lahan di tiga titik. Yakni di Desa Bulu Putren, Desa Bungur, dan Desa Nglundo Kecamatan Sukomoro.

“Eksekusi dilakukan setelah ada masa sanggahan 14 hari, dan pemilik lahan tidak melakukan gugatan. Jadi ya eksekusi dilaksanakan,” ujar Samsul.

Dari data yang ada di tim pembebasan lahan tol, sedikitnya terdapat 164 petak lahan yang hingga kini belum dibebaskan. Semua lahan yang belum dibebaskan nantinya juga akan dieksekusi menunggu ada penetapan hukum dari Pengadilan Negeri Nganjuk.(*)

Reporter: Bagus Jatikusumo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here