Beranda Ekonomi Bisnis Jelang Kurban, Permintaan di Kampung Kambing Turun 30%

Jelang Kurban, Permintaan di Kampung Kambing Turun 30%

BERBAGI

AGTVnews.com – Ratusan peternak kambing di kampung kambing Desa Blimbing Kecamatan Rejotangan Kabupaten Tulungagung Jawa Timur, mengeluhkan sepinya pembeli. Idul Adha kali ini pembelian di kampung kambing justru menurun hingga 30% dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk mendokrak minat pembeli, harga kambing ini diturunkan hingga Rp 500 ribu, namun hal ini tidak membawa dampak.

150 peternak kambing yang tergabung dalam kelompok ternak Karya Putra Mandiri ini mengaku, hingga beberapa hari menjelang Idul Adha pesanan kambing yang diterima masih 50 ekor kambing yang akan dikurbankan di samping masjid. Di kampung kambing ini para peternak menggemukan tiga jenis kambing, yakni kambing peranakan ettawa (PE), jawa randu, dan persilangan kambing PE dengan kambing jawa, serta domba ekor gemuk.

Menurut salah satu peternak kambing di kampung kambing, Nakib Handasah, populasi kambing di kampung ini sebanyak 1.300 ekor. Kambing yang paling banyak diminati pembeli, yakni kambing jenis jawa randu. Sementara harga yang ditawarkan bervariasi, tergantung besar kecilnya bobot kambing.

“Yang paling laris di pesan pembeli, kambing jenis Jawa Randu. Untuk harga tergantung bobot dan besar kecilnya mas. Kalau besar harganya antara Rp 3 juta sampai Rp 4 juta. Kalau kecil antara Rp 1,8 juta-Rp 3 juta,” ujar Nakib.

Nakib menambahkan, harga-harga tersebut, pada hari raya kurban tahun ini diturunkan antara Rp 300ribu – Rp 500ribu. Meski demikian hal ini tidak bisa menaikkan jumlah penjualan.

“Hari raya kurban tahun ini sepi dibanding tahun lalu. Sampai saat ini pesanan kambing di kampung kambing masih 50 ekor saja. Akhirnya harga kambing diturunkan, tapi ya tetap saja, tidak bisa mendongkrak penjualan. Sepinya pemesanan kambing ini mungkin karena perekonomian masyarakat masih belum stabil,” tambah Nakib.

Kambing-kambing dikampung kambing ini digemukkan sejak berusia 1,5th. Sebelumnya kambing-kambing yang akan digemukan ini dimandikan, diberi obat cacing dan vitamin. Setelah itu baru dimasukkan dalam kandang sistem baterai. Di kandang ini, kambing-kambing tersebut mendapat ransum makanan fermentasi dan sedikit pakan hijauan.

Penggemukan ini butuh waktu antara 3-4 bulan sebelum siap jual. Bila harga normal, keuntungan bersih yang bisa didapat peternak antara Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu per-ekor.(*)

Reporter: Wawan Setiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here