Beranda Pemerintahan Warga Pertanyakan Status Proyek Bandara Kediri

Warga Pertanyakan Status Proyek Bandara Kediri

BERBAGI

AGTVnews.com – Kabar rencana pembangunan proyek bandara di Kediri Jawa Timur menyisakan banyak pertanyaan masyarakat yang lahannya masuk dalam zona pengembangan. Dalam hal Ini beberapa warga mempertanyakan Status pembangunan proyek apakah benar-benar merupakan proyek pemerintah ataukah proyek swasta.

Melihat proses pembebasan lahan yang begitu masif dan indikasi banyak campur tangan para pejabat, kondisi ini membuat masyarakat menjadi bingung. Apalagi yang sekarang terjadi ada penolakan sebagian warga yang khawatir lahan makam leluhur di Dusun Pojok Desa Bulusari Kecamatan tarokan ikut tergusur.

Budiman, tokoh masyarakat Dusun Pojok Desa Bulusari Kecamatan Tarokan mengungkapkan kebingungan masyarakat di kampungnya perihal proyek bandara tersebut.

“Kalau memang itu resmi proyek pemerintah jelas ada sosialisasi secara menyeluruh dan melibatkan banyak instansi. Namun kenapa proses pembebasan lahan ini justru hanya melibatkan beberapa pejabat hingga tingkat Desa dan juga melalui broker-broker,” jelas Budiman kepada reporter AGTV, Kamis (17/8/2017).

Warga Bingung Informasi Simpang Siur

Lebih lanjut, Budiman menyatakan, kalau memang rencana pembangunan Bandara merupakan proyek resmi pemerintah, maka masyarakat yang lahannya masuk dalam garis koordinat pembangunan merasa tidak keberatan.

“Semua proyek harus jelas dan ada aturannya. Kalau memang proyek swasta, maka jangan ada intervensi kepada pemilik lahan. jangan sampai ada keterpaksaan melepaskan lahan walaupun nilai pembeliannya terbilang tinggi,” papar Budiman.

Menurut Budiman, tidak semua orang silau dengan iming-iming harta. Ada juga warga yang memilih hidup rukun dengan sanak famili yang dimiliki saat ini. “Tawaran harga ganti rugi memang tinggi, tapi apa iya semua orang tergiur harta. Banyak juga warga yang memilih tetap bertahan karena merasa sudah menyatu dengan lingkungan,” tandas Budiman.

Indikasi banyaknya kepentingan dalam proses pembebasan lahan tersebut bila tidak disinergikan dengan sosialisasi secara menyeluruh bisa berpotensi menimbulkan konflik yang berkepanjangan.(*)

Reporter: Rianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here