Beranda Peristiwa Diduga Keracunan Miras Oplosan, Seorang Nelayan Kritis

Diduga Keracunan Miras Oplosan, Seorang Nelayan Kritis

BERBAGI

AGTVnews.com – Didik Rusdianto, seorang nelayan warga Desa Tasik Madu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek, harus dilarikan ke rumah sakit Dr Iskak Tulungagung, karena tidak sadarkan diri usai menggelar pesta miras, Sabtu malam (9/9/2017). Diduga korban mengalami keracunan miras oplosan.

Dalam waktu kurang dari dua minggu, RSUD Dr Iskak menerima 14 pasien diduga akibat keracunan miras, bahkan dua diantaranya meninggal dunia.

Menurut dokter jaga IGD RSUD Dr Iskak Tulungagung, dr Bobi Prabowo, korban mengalami penurunan kesadaran dan dirawat di ruang kritis instalasi gawat darurat.

Sebelumnya korban sempat kejang-kejang. Untuk menetralisir kandungan methanol di dalam tubuh korban, pihak medis melakukan therapi protokol, dengan memasukan cairan ethanol ke tubuh korban. Selain itu, petugas juga memasang alat bantu pernafasan dan terus memantau kondisi korban.

“Korban dibawa ke RSUD Dr Iskak Tulungagung ini, dari balai pengobatan Prigi Trenggalek kondisinya sudah kritis. Kesadaran menurun, disertai juga sesak nafas. Kita memberikan tindakan dengan terapi protokol, untuk menetralisir kandungan methanol dalam tubuh korban,” ujar dr Bobi.

Baca Juga:  Pemkab Kediri Musnahkan Ratusan Liter Miras Hasil Operasi Satpol PP

Sebelumnya, korban bersama enam rekannya sempat mendapatkan perawatan di salah satu rumah sakit di Trenggalek, namun karena kondisinya yang terus memburuk, pihak rumah sakit tersebut merujuknya ke RSUD dr Iskak Tulungagung. Satu rekan korban dikabarkan telah meninggal dunia, sementar empat korban lainnya akan segera dirujuk ke RSUD dr Iskak Tulungagung.

Sementara itu, menurut humas RSUD Dr Iskak Tulungagung, Ahmad Rifai,  dalam kurun waktu dua minggu terakhir, Didik merupakan korban dugaan keracunan miras oplosan yang masuk ke RSUD dr ISkak. Dari 14 korban dua diantaranya meninggal dunia, sementara dua lainnya terancam kebutaan.

“Selama dua minggu terakhir RSUD Dr Iskak menerima 14 pasien dengan gejala intoksifikasi methanol. Beberapa diantaranya berhasil ditangani dengan baik, namun yang dua pasien meninggal dunia,” jelas Ahmad Rifai.(*)

Reporter : Wawan Setiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here