Beranda Pemerintahan Lumpuh Layu, Kakak Beradik Didiagnosa Penyakit Langka

Lumpuh Layu, Kakak Beradik Didiagnosa Penyakit Langka

BERBAGI

AGTVnews.com – Sepasang kakak beradik di Tulungagung Jawa Timur, Edi Sukarman (31 tahun) dan Sri Endah Hari Puji Astutik (39 tahun) mengalami lumpuh layu selama belasan tahun. Dari hasil pemeriksaan beberapa dokter, mereka didiagnosa terkena penyakit langka yang belum ada obatnya. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka dibantu saudara dan juga tetangga sekitar mereka.

Kakak beradik warga Desa Banaran Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung Jawa Timur ini, mengalami lumpuh layu sejak 13 tahun lalu, atau sejak tahun 2004. Selama menjalani pemeriksaan oleh sejumlah dokter, dikatakan keduanya mengalami penyakit langka. Untuk memastikan diagnosa tersebut, keduanya mendapat rujukan ke Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya. Menjalani enam kali pemeriksaan, diperoleh informasi bila peyakit lumpuh layu mereka merupakan penyakit langka dan belum ada obatnya.

Menurut Edi Sukarman, awalnya dirinya merasa panas dan sakit-sakitan. Kemudian badan terasa lemas dan tidak bisa digerakkan.

“Awal sakitnya itu badan rasanya lemas mas, sering sakit-sakitan. Itu saat saya masih SMP. Terus badan saya lemes tidak bisa digerakkan. Sudah dibawa ke dokter, tapi ya tetap seperti ini. Pernah dibawa ke Dr. Soetomo sampai enam kali. Tapi penyakitnya apa belum ketemu,” ujar Edi.

Sementara menurut kakak Edi, Sri Endah Hari Puji Astutik, selama ini keluarganya mendapat bantuan sembako dari pemerintah desa setempat. Sedangkan untuk keperluan sehari-hari dirinya mengandalkan bantuan dari saudara maupun tetangga kanan kiri mereka.

“Setiap bulan dapat bantuan sembako. kalo dari pemerintah desa mendapat bantuan PKH setiap 2 bulan sekali. Ya pinginnya bisa sembuh seperti semula mas. Bisa kemana-kemana,” ujar Sri Endah.

 

Edi menambahkan, jika memang ada obatnya, dirinya berharap pemerintah daerah Kabupaten Tulungagung membantu biaya pengobatan, hingga mereka bisa sembuh seperti semula.

“Saya pingin bisa sembuh mas, meski nanti butuh waktu dua tahun atau tiga tahun pegobatan, ndak apa-apa, asalkan saya bisa sembuh seperti semula. Harapan saya ada bantuan dari pemerintah daerah untuk biaya pengobatan ini,” pungkas Edi.

Selama ini , untuk menjalani aktifitas ke kamar madi, dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, kedua kakak beradik ini di bantu oleh saudara-saudaranya, yang tinggal tidak jauh dari rumahnya. Selain itu mereka juga mendapat bantuan warga . Keduanya berharap suatu saat akan bisa sembuh seperti semula.(*)

 

Reporter: Wawan Setiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here