Beranda Olahraga Olahraga Panahan Menjadi Tren Baru Di Masyarakat

Olahraga Panahan Menjadi Tren Baru Di Masyarakat

BERBAGI

AGTVnews.com – Olahraga panahan saat ini tengah menjadi tren di masyarakat. Sejumlah penggiat hobi panahan, aktif berlatih dalam komunitas memanah. Salah satunya komunitas memanah di Kota Kediri, White Tiger Archery (WTA) yang berada dibawah naungan Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kota Kediri.

Komunitas WTA Kediri ini berdiri sejak tahun 2015. Meski baru dua tahun berjalan, namun komunitas ini semakin berkembang seiring banyaknya penghobi panahan, baik muda maupun tua. WTA memiliki 100 anggota yang rutin berlatih. Latihan yang diadakan WTA setiap hari Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu, dan diadakan di lapangan dinas perhubungan Kota Kediri.

Olahraga memanah memiliki beberapa fungsi yakni, melatih konsentrasi dan fokus terhadap sasaran. Selain itu juga sebagai bentuk latihan pengendalian diri. Beberapa tahapan dasar harus dikuasai pemula sebelum menggunakan busur panah sebenarnya. Biasanya pemula menggunakan busur dari pipa PVC agar terbiasa.

WTA memiliki beberapa kelas yang seringkali ikut dalam beberapa kompetisi, yakni Horse Bow, Standart Bow, Recourve Bow dan Compound Bow. Kelas-kelas tersebut dibedakan berdasarkan bahan pembuat busur.

Horse Bow, jenis panahan yang menggunakan busur tradisional dari kayu atau bambu. Jarak panah yang digunakan 40 meter. Untuk Standart Bow menggunakan bahan laminasi kayu dengan kategori jarak panah mulai dari 25 meter, 30 meter hingga 40 meter. Sementara Recurve Bow, busur terbuat dari bahan logam bisa carbon atau magnesium alloy dengan nomer lomba pada jarak 70-80 meter. Untuk Compound Bow jarak perlombaan 50 meter.

Menurut Ketua komunitas WTA, Anang Rahmat Samsul Hadi, panahan tidak terbatas pada usia. Dibutuhkan keseriusan dalam berlatih panahan.

“Tidak ada batasan usia dalam panahan, bisa untuk sekedar hobi maupun untuk pengembangan atlet”,ujar Anang.

Anang menambahkan, biasanya pemula kesulitan dalam memasang tali busur (string), serta menentukan posisi badan yang tepat dalam memanah.

“Mungkin di awal yang sulit pasang string, tapi disini kita berikan pelatihan dan pembinaan agar benar caranya,” pungkas Anang.

Dengan adanya komunitas-komunitas seperti WTA diharapkan bisa mencetak atlet-atlet berbakat dari olahraga panahan. (*)

Reporter : Wiji Guntoro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here