Beranda Peristiwa Pengantin Sumbangkan Buwuhan untuk Rohingya Akan Bulan Madu ke Alexandria

Pengantin Sumbangkan Buwuhan untuk Rohingya Akan Bulan Madu ke Alexandria

BERBAGI

AGTVnews.com – Pengantin asal Kediri yang menyumbangkan seluruh uang buwuhan (uang kado) untuk tujuan kemanusiaan, resmi menyerahkan donasi kepada 2 lembaga amal, Selasa siang (12/9/2017).

Donasi untuk Muslim Rohingya diserahkan kepada Lembaga Manajemen Infaq (LMI). Sedangkan untuk rakyat Palestina diserahkan kepada Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP). Kedua lembaga tersebut dikenal aktif berperan dalam misi kemanusiaan.

Meskipun tidak bersedia menyebutkan jumlahnya, namun diperkirakan dana yang terkumpul mencapai puluhan juta Rupiah. “Seluruhnya kami serahkan untuk kegiatan kemanusiaan,” ujar Nonot Suhartono, ayah pengantin perempuan di rumahnya Dusun Jombangan Desa Tertek Kecamatan Pare Kabupaten Kediri Jawa Timur.

Dokter hewan alumnus Universitas Airlangga Surabaya ini menambahkan, sengaja memilih donasi untuk dua tempat tersebut karena saat ini sangat membutuhkan bantuan. “Bukan kita mengabaikan saudara yang terdekat. Tapi sesulit apa di Indonesia, kondisi suku Rohingya dan rakyat Palestina jauh lebih sulit,” tandas Nonot.

Bulan Madu ke Alexandria

Usai melaksanakan pesta pernikahan pada Minggu (10/9/2017) kemarin, pasangan muda ini telah memilih tempat bulan madu di Alexandria Mesir. Kota di pesisir Laut Mediterania ini dikenal memiliki pemandangan sangat indah dan menyimpan banyak peninggalan peradaban.

Meskipun bukan dari keluarga serba ada, namun impian ini sangat mudah dilakukan karena kedua mempelai, Miqdad Rabbhani dan Fudhla Zahida merupakan mahasiswa di Al Azhar University Cairo, Mesir.

“Kalau ada kesempatan kepingin bulan madu ke Alexandria. Kotanya indah dan romantis,” ungkap Miqdad kepada AGTV di kediaman orang tua istrinya, Dusun Jombangan Desa Tertek Kecamatan Pare Kabupaten Kediri, Selasa sore (12/9/2017).

Pasangan muda ini memang tidak bisa berlama-lama di Indonesia. Pada akhir September ini mereka sudah harus kembali ke Mesir untuk melanjutkan studi. Miqdad merupakan mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Ushuluddin sedangkan Fudhla mahasiswi semester 3 Fakultas Syariah Islamiyah. Keduanya merupakan mahasiswa yang memperoleh beasiswa dari Kedutaan Mesir.

Meskipun satu kampus, ternyata keduanya malah tidak saling kenal. “Saya tahu Fudhla tapi tidak kenal dekat. Kami beda asrama dan beda jurusan kuliah, jadi jarang bertemu,” kata Miqdad yang mengaku akan segera mencari kontrakan untuk tinggal bersama.

Pernikahan yang dilakukan Minggu (10/9/2017) kemarin, ternyata hasil buah perjodohan yang dilakukan kedua orang tua mereka. Hal tersebut diakui ayah Fudhla, Nonot Suhartono.

“Mereka ini sama sekali tidak pacaran. Kami yang menjodohkan mereka dan proses perkenalan tidak sampai 2 bulan. Kebetulan saya kenal dengan orang tua Miqdad,” kata Nonot bangga. Di jaman sekarang, pernikahan dengan cara dijodohkan sudah hampir jarang terjadi.

Agus Supriono, Manager Area Jatim 1 Laznas LMI yang menerima donasi dari pasangan berbahagia ini mengaku sangat bangga. “Kami memang sedang mengumpulkan donasi untuk aksi kemanusiaan di Myanmar. Senang sekali mendapat tambahan dana cukup besar dari keluarga Pak Nonot,” ujar Agus.

Sepanjang dia bertugas sebagai pengumpul donasi, Agus Supriono mengaku baru kali ini menerima donasi dari acara pesta pernikahan.(*)

Reporter: Tim Liputan AGTV

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here