Beranda Peristiwa Puluhan Murid SD di Batu Keracunan Susu Tambahan Nutrisi Sekolah

Puluhan Murid SD di Batu Keracunan Susu Tambahan Nutrisi Sekolah

BERBAGI

AGTVnews.com – Puluhan siswa Sekolah Dasar Pandanrejo 1 Kecamatan Bumiaji Kota Batu Jawa Timur diduga mengalami keracunan massal setelah meminum susu kemasan gelas, Rabu (6/9/2017). Susu kemasan tersebut rutin dibagikan pihak sekolah satu minggu sekali. Siswa yang diduga mengalami keracunan langsung dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Kurang lebih 20 siswa dari kelas dua, lima dan enam SD Pandanrejo 1 harus dilarikan ke puskemas setempat, untuk mendapatkan pertolongan pertama. Diduga ke-20 siswa tersebut keracunan setelah minum susu kemasan yang diproduksi oleh Koperasi Unit Desa (KUD) Batu. Pemberian susu ini merupakan program rutin dari Dinas Pendidikan Kota Batu untuk dibagikan kepada siswa setiap hari Rabu.

Menurut salah siswa keracunan, Oktavia David, susu coklat yang diminumnya rasanya berbeda dari biasanya. Susu tersebut berasa sedikit asam. Usai meminum susu tersebut, dirinya merasa mual dan pusing.

“Susunya rasanya beda. Coklatnya ada asam-asam nya. Tidak sama seperti biasanya,” ujar siswa kelas 6 tersebut.

Sementara menurut pihak sekolah, membantah bahwa susu yang diberikan kepada siswa siswi tersebut sudah kadaluarsa. Susu Kemasan tersebut masih layak konsumsi hingga 8 September 2017 mendatang.

Baca Juga:  Keracunan Susu Kadaluarsa, Ibu dan Dua Anak Klenger

“Ini merupkan program dari Dinas Pendidikan Kota Batu. Susu didatangkan dari KUD Batu. Memang diberikan untuk sekolah se-Kecamatan Bumiaji. Tiba-tiba ada siswa kelas 2 yang mengeluh pusing dan muntah-muntah, kemudian disusul yang lain. Akhirnya kami bawa ke puskesmas ini,” jelas Andik Widianto, salah satu wali kelas di SD tersebut.

Program tambahan nutrisi ini sudah berjalan sekitar 1 tahun terakhir, namun baru kali ini ditemukan adanya keracunan massal. Dari 214 siswa yang mengkonsumsi susu kemasan tersebut, 20 diantaranya mengeluhkan mual dan pusing.

 

Sementara itu dokter puskesmas, Rinda Rihadini, belum bisa memastikan penyebab pasti siswa yang mengalami mual dan pusing. Kepastian penyebab mual dan pusing ini masih menunggu hasil sampel uji susu dari laboratorium keluar secara resmi.

“Bila dilihat dari gejalanya memang itu merupakan gejala keracunan. Namun Keracunan dari apa itu yang perlu pemeriksaan lebih lanjut. Masih menunggu hasil lab nya keluar dulu,” papar Rinda.

Kasus dugaan keracunan massal ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian Polres Batu. Sampel susu dibawa ke laboratorium untuk diperiksa, agar diketahui pasti penyebab keracunan.(*)

Reporter : Ilmi Zamzam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here