Beranda Pemerintahan Puluhan Tenaga Kerja Asing di Lamongan Terjaring Tim PORA

Puluhan Tenaga Kerja Asing di Lamongan Terjaring Tim PORA

BERBAGI

AGTVnews.com – Tiga puluh tujuh Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok, yang bekerja di perusahaan galangan kapal di Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Jawa Timur, terjaring razia. Razia ini digelar tim Pengawas Orang Asing (PORA) Kabupaten Lamongan. Dalam razia tersebut petugas menemukan dokumen yang sudah habis masa berlakunya dan perusahaan belum memiliki pendamping pekerja lokal.

Tim PORA terdiri dari petugas gabungan yakni Kesbangpol Linmas, Kepolisian, TNI, Kejaksaan, Catatan Sipil, Dinas Tenaga Kerja dan petugas Imigrasi Tanjung Perak Surabaya. Mereka melakukan razia TKA di PT Lamongan Marine Industry. Hasil razia ini, petugas menemukan 37 TKA asal Tiongkok yang sedang bekerja di perusahaan tersebut.

Petugas juga memeriksa kelengkapan dokuman para TKA tersebut, dan sebagian besar Kartu Ijin Tenaga Kerja Asing Sementara (KITAS) sudah habis masa berlakunya. Tidak hanya itu, Ijin Menggunakan Tenaga Asing (IMTA) milik perusahaan juga berakhir pada 31 Agustus lalu.

Menurut ketua tim PORA Kabupaten Lamongan, Sudjito, sebagian besar TKA ini mengaku dokumen mereka masih dalam proses pengurusan. Razia ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat tentang tenaga asing yang sudah habis ijinnya.

“Giat ini merupakan razia dari laporan masyarakat, yang mengatakan adanya tenaga asing di perusahaan ini yang sudah habis ijinnya. Setelah dilakukan razia ternyata benar. Rata-rata dokumen ijin tinggal mereka sudah berakhir. Selain itu perusahaan ini tidak ada pendampingan tenaga lokal,” ujar Sudjito.

Dari 37 TKA yang terjaring razia, empat diantaranya baru datang dan belum melakukan proses keimigrasian untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Tim PORA akan terus melakukan pengawasan khususnya terhadap PT. Lamongan Marine Industry, karena tidak memberikan tenaga kerja pendamping bagi TKA yang ada. Berdasarkan aturan UU Ketenaga Kerjaan, satu TKA harus ada satu TKI pendamping.(*)

Reporter: Zahra Banatina

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here