Beranda Ekonomi Bisnis Smart Comics, Jadikan Santan Tahan Lama dan Tetap Enak

Smart Comics, Jadikan Santan Tahan Lama dan Tetap Enak

BERBAGI

AGTVnews.com – Sejumlah Mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Malang, berhasil menemukan sebuah alat yang mampu menjadikan santan bertahan lama, tanpa harus kehilangan kesegaran dan komponen gizinya. Smart Comics merupakan alat yang diciptakan dengan memanfaatkan paparan gelombang cahaya ultra violet dan juga gelombang suara ultrasonic.

Smart comics merupakan singkatan dari Smart Coconut Milk Sonication ini adalah inovasi baru mahasiswa fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang. Alat ini, diklaim mampu memperpanjang umur santan, serta mempertahankan nilai gizi yang dikandung dalam satu butir buah kelapa segar.

Pada umumnya, santan hasil parutan hanya memiliki umur 6 jam sebelum berubah menjadi santan basi dan membahayakan bagi kesehatan pencernaan manusia. Untuk mengantisipasi hal tersebut, santan kemudian diubah dalam bentuk cair dan juga bubuk, yang dinilai praktis dan higienis.

Namun ternyata pengolahan santan menjadi bentuk cair ataupun bubuk tersebut justru mengorbankan nilai gizi produk, dan mengubah rasa masakan. Hal ini yang menjadi ide bagi 5 mahasiswa tersebut untuk menciptakan Smart Comics.

Lima mahasiswa tersebut merupakan mahasiswa jurusan Teknik Pertanian dan jurusan Teknologi Industri Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universita Brawijaya. Mereka adalah Pangestu Riski Lestari, Firman Ichksan, Ariful Hanan, Musyaroh, serta Viga Dwi Andrian.

Menurut ketua tim Mahasiswa penemu Smart comics ini, Pangestu Riski Lestari, alat ini diklaim memiliki sejumlah keunggulan dibanding santan kemasan produksi pabrik. Keunggulan yang dimiliki yakni, tidak adanya panas dalam proses sterilisasi santan, biaya produksi murah, waktu pengerjaan yang singkat dan nilai gizi tetap terjaga seperti saat kondisi segar serta dapat meminimalisir bakteri atau pencemar penyebab santan basi.

“Santan hasil perasan parutan buah kelapa, dimasukkan ke sebuah bejana selama kurang lebih 6 menit. Santan ini kemudian menjalani proses penyinaran menggunakan gelombang cahaya ultra violet tipe C khusus digunakan pada makanan. Santan yang sudah terpapar cahaya ultra violet kemudian dipompa ke tabung kedua, dan menjalani proses penembakan gelombang suara ultrasonic, selama 30 menit. Suhu yang digunakan maksimal 60 derajat celcius. Hal ini untuk menjaga kesegaran dan kandungan gizi santan,” jelas Pangestu Riski.

Cara sterillisasi santan ini diklaim sangat mudah dan murah. Dengan modal Rp 2 juta selama delapan bulan alat sterilisasi ini bisa tercipta.

Sementara itu, menurut Dosen Pembimbing, Dewi Maya Maharani, smart comics temuan mahasiswa ini sudah didaftarkan patennya ke lembaga Paten dan Hak Cipta Universitas Brawijaya Malang.

“Meski banyak manfaatnya bagi ibu rumah tangga, alat ini lebih cocok jika diaplikasikan sehari-hari pada lingkungan industri skala kecil menengah atau UKM. Untuk kwantitasnya perlu ditambah, agar bisa digunakan untuk industri besar,” jelas Dewi.

Smart Comics siap untuk diproduksi massal, meskipun masih perlu adanya penambahan fitur ataupun penyempurnaan dari alat ini, sehingga bisa digunakan untuk skala besar. Santan yang melalui proses Smart Cosmic ini bisa bertahan selama 5-10 hari tanpa kehilangan gizi maupun kesegarannya.(*)

Reporter: Ilmi Zamzam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here