Beranda Pemerintahan Terkait Penyelewengan Dana Desa, 10 BPD Dipanggil Kejaksaan

Terkait Penyelewengan Dana Desa, 10 BPD Dipanggil Kejaksaan

BERBAGI

AGTVnews.com – Kejaksaan Negeri Nganjuk memanggil 10 anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Ngepeh Kecamatan Loceret Kabupaten Nganjuk Jawa Timur, Senin (4/9/2017). Pemanggilan ini terkait adanya laporan penyelewengan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) yang diduga dilakukan Kepala desa setempat.

Dugaan penyelewengan ini pertama kali dilaporkan salah satu anggota BPD Ngepeh, Sukarno. Laporan yang diberikan ke Kejari dilengkapi juga dengan sejumlah berkas dugaan penyimpangan DD dan ADD. Berkas tersebut diserahkan kepada Kasi Pidsus Kejari Nganjuk.

Beberapa berkas yang diserahkan yakni, satu bendel Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk kegiatan pembangunan fisik, daftar hadir rapat pembahasan rancangan peraturan desa tentang pendapatan dan belanja desa tertanggal 8 Januari 2016.

Menurut salah satu anggota BPD Ngepeh, Ma’fud, ada 8 item dugaan pelanggaran kegiatan tahun 2016 yang dibiayai Dana Desa (DD) dan dana bagi hasil pajak. Kesalahan yang disoroti terkait adanya pemalsuan tanda tangan 6 anggota BPD.

“Tadi cuma ditanya-tanya sama kejaksaan, adanya dugaan penyelewengan dana yang dilakukan kepala desa Ngepeh. Ada beberapa bendel berkas yang dijadikan barang bukti,” ujar Ma’fud ditemui reporter AGTV di halaman Kejari Nganjuk.

Kejaksaan Negeri Ngajuk masih akan terus melakukan pemeriksaan dugaan penyelewengan DD di Desa Ngepeh Kecamatan Loceret kabupaten Nganjuk Jawa Timur.(*)

Reporter: Bagus Jatikusumo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here