Beranda Olahraga Anak Banyon Pengambil Anak Panah Jemparingan

Anak Banyon Pengambil Anak Panah Jemparingan

BERBAGI

Tulungagung, AGTVnews.com – Jemparingan atau panahan tradisional saat ini kembali eksis di masyarakat. Olahraga tradisional ini mulai kembali digemari, meski penggemarnya masih dari kalangan generasi tua.

Saat berlatih jemparingan, anak panah akan melesat hingga sejauh 50 meter. Apabila pemanah harus mengambil sendiri maka akan banyak waktu yang terbuang. Jasa anak banyon disini sangat diperlukan, dengan kelincahan kaki mereka, maka lesatan anak panah ini bisa terkumpul kembali.

Anak banyon merupakan anak-anak yang bertugas untuk mengambil anak panah yang melesat dari busurnya. Biasanya satu pemanah menggunakan satu anak banyon. Mereka harus memiliki fisik yang kuat, terutama kecepatan dalam berlari.

Anak banyon perlu menghapalkan anak panah, warna dan corak bulu masing-masing pemanah. Karena para banyon ini harus jeli dan teliti agar anak panah masing-masing pemanah tidak tertukar dan menjadi berkurang.

Dimas Farel, salah satu anak banyon warga Desa Talun Kulon Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung ini mengaku seringkali menjadi anak banyon. Mereka senang menjadi banyon karena bisa bermain sekaligus berolahrga. Selain itu mereka bisa mendapatkan uang lebih untuk jajan atau ditabung.

“Sering menjadi Banyon seperti ini, upahnya lumayan. Kalau pas ada perlombaan, satu orang bisa ngasih Rp 25 ribu, tapi kalau pas hari biasa latihan upahnya antara Rp 10 ribu sampai Rp 15 ribu saja. Uangnya ini dikumpulkan untuk ditabung,” ujar Dimas Farel.

Tidak ada tarif resmi untuk para anak banyon ini, besarnya upah tergantung dari kebaikan hati para jemparing.(*)

Reporter: Wawan Setiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here