Beranda Olahraga Jemparingan, Panahan Tradisional Budaya Nenek Moyang Yang Eksis Kembali

Jemparingan, Panahan Tradisional Budaya Nenek Moyang Yang Eksis Kembali

BERBAGI

Tulungagung, AGTVnews.com – Jemparingan atau panahan tradisional kini mulai bangkit kembali. Sebelumnya olahraga ini sempat menghilang. Namun saat ini kembali eksis meski masih dipandegani generasi tua.

Meski diguyur hujan, namun sejumlah peserta jemparingan terlihat semangat mengikuti lomba panahan tradisional yang digelar di Lapangan Desa Talun Kulon Kecamatan Bandung Kabupaten Tulungagung Jawa Timur, Minggu (19/11/2017).

Pada panahan modern, memanah dengan posisi berdiri, sementara jemparingan ini memanah dengan posisi duduk atau bersila. Sementara peralatan memanah yang digunakan juga sangat tradisional yakni terbuat dari bahan kayu dan bambu, tanpa adanya tambahan peralatan modern seperti stabilizer maupun viring.

Sasaran dalam jemparingan ini disebut bandul atau balon, terbuat dari batang pisang dengan diameter sekitar dua centimeter, dan panjang 12 centimeter.

Untuk mendapatkan nilai dalam jemparingan, anak panah peserta harus menancap pada bandul, yang digantung setinggi sekitar 20 meter dengan jarak antara 20 hingga 30 meter. Mengenai kepala bandul berarti mendapat nilai dua, sementara bila terkena tubuh bandul akan mendapat nilai satu.

Menurut salah satu peserta jemparingan, Rumini, perlu konsentrasi yang tinggi agar bisa mengenai bandul yang digantung.

“Tehnik yang digunakan, busur ini harus menempel ke pipi dan perlu konsentrasi yang tinggi agar bisa mengenai bandul. Jemparingan ini memang sudah hobi. Ada kepuasan tersendiri kalau bisa mengenai bandul,” ujar Rumini.

Sementara itu, Ketua Panitia lomba panahan tradisional ini, Afan Efendi, jemparingan ini digelar untuk melestarikan budaya nenek moyang.

“Lomba jemparingan ini digelar untuk melestarikan olahraga warisan budaya Jawa. Selain itu untuk menumbuhkan semangat regenerasi panahan tradisional ini khususnya di wilayah Tulungagung.

Lomba panahan tradisional ini diramaikan sejumlah peserta dari beberapa wilayah seperti Blitar,Trenggalek dan Tulungagung sendiri. Latihan jemparingan ini rutin diadakan di Desa Talun Kulon setiap hari Senin, Kamis dan Minggu. Tidak sedikit para penghobi olahraga tradisional ini yang ikut meramaikan latihan tersebut.(*)

Reporter: Wawan Setiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here