Beranda Ekonomi Bisnis Komunitas Pekerja Video dan Foto di Kediri Terbentuk

Komunitas Pekerja Video dan Foto di Kediri Terbentuk

BERBAGI

Kediri, AGTVnews.com – Sejumlah penggagas dari pekerja video dan foto di Kediri raya, bersepakat untuk membentuk sebuah wadah komunitas sebagai tempat bernaung dengan nama Shotter (Shoting Foto Kediri Raya).

Para pekerja yang biasa menyebut “nisor terop” ini melangsungkan pertemuan perdana sekaligus silaturahmi di Masjid Agung Annur Kecamatan Pare kabupaten Kediri, Rabu (8/11/2017).

Lebih dari 150 orang pekerja ikut andil dalam pertemuan tersebut. Mereka berasal dari Kediri Kota dan Kabupaten, serta simpatisan dari Nganjuk, Jombang, Blitar dan Malang.

Dengan tergabungnya pekerja foto dan video ini diharapkan dapat memberikan solusi terhadap permasalahan selama ini. Nantinya komunitas ini akan bergabung dengan APFI (Asosiasi Profesi Fotografi Indonesia) untuk mendapatkan legalitas serta perlindungan hukum.

Selain mewadahi profesi tersebut, Shotter juga menjadi wadah pengembangan skill dan ketrampilan dengan melakukan pelatihan secara berkala.

Tomy, ketua Shotter mengatakan, wadah ini merupakan komunitas pertama di eks Karesidenan Kediri yang menampung pekerja video dan foto. Komunitas ini bertujuan untuk peningkatan profesi sebagai pekerja video dan foto baik dalam produksi maupun legalitas resmi.

“Sebagai pekerja seni dibidang video dan foto, pekerjaan ini dituntut untuk terus mengembangkan skill dan kemampuan sehingga karya-karya kita bisa diterima masayarakat. Inilah pentingnya kita bernaung dalam wadah karena akan diberikan bimbingan keterampilan,” ujar Tomy.

salah satu peserta Komunitas Shotter, Badrud Aly menyatakan sangat berminat untuk bergabung dalam organisasi ini karena bisa mendapat legalitas saat bekerja sama dengan instansi pemerintah.

“Kita sebagai pekerja video dan foto kadang harus melayani jasa ke instansi pemerintah sehingga perlu legalitas.”

Peresmian terbentuknya Komunitas Shotter ini dilakukan dengan pemotongan tumpeng oleh pengurus yang dilanjutkan dengan pelatihan serta tukar pendapat permasalahan saat bekerja.(*)

Reporter: Wiji Guntoro

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here