Beranda Pemerintahan Pohon Hutan Ditebang Liar, Warga Khawatir Sumber Air Desa Terancam

Pohon Hutan Ditebang Liar, Warga Khawatir Sumber Air Desa Terancam

BERBAGI

Kediri, AGTVnews.com – Kekhawatiran ini muncul karena sejumlah pohon yang ada di dekat sumber mata air Desa Damarwulan Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri, ditebang sembarangan. Penebangan ratusan pohon berusia puluhan tahun tersebut dikhawatirkan akan mengurangi ketersediaan air tanah, yang selama ini menjadi sumber penghidupan Warga Desa Satak Kecamatan Puncu.

Tidak hanya khawatir sumber air mereka berkurang, warga juga takut akan bahaya longsor dan banjir akibat penahan tebing sudah ditebangi. Kejadian longsor dan bajir tersebut pernah menimpa beberapa wilayah perkampungan diantaranya Dusun Lestari Desa Wonorejo Kecamatan Puncu serta Desa Gadungan Kecamatan Puncu beberapa tahun yang lalu. Bahkan satu dusun Lestari pernah hilang hingga penduduknya harus dibuatkan rumah tampungan di wilayah Desa Watugede Kecamatan Puncu.

Informasi yang beredar di masyarakat, penebangan pohon ini diindikasi untuk penambangan pasir gunung kelud. Meski demikian tidak ada satupun pihak yang bisa dimintai keterangan. Bahkan beberapa warga yang ditemui reporter AGTVnews.com tidak berani berkomentar banyak, dengan alasan takut.

“Lokasine sing ditebangi teng dhuwure sumber, tapi mboten wantun crito malih pun, kulo ajrih,” ungkap seorang warga sambil langsung beranjak pergi.

Menurut beberapa orang, lokasi yang ditebangi tersebut merupakan Milik Perkebunan Ngrangkah Sepawon, namun dilain pihak juga ada yang mengklaim wilayah tersebut milik BBWS dan juga Perhutani.

Mengantisipasi agar tidak ada penebangan lebih parah lagi, beberapa perwakilan masyarakat wilayah Kecamatan Puncu membuat surat pengaduan yang ditunjukan pada Bupati Kediri, Kodim 0809 Kediri, Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri, Polres Kediri.

“Kami ada 15 orang sedang mengantar surat aduan terkait penebangan pohon secara liar di area sumber Damarwulan. Kami berharap pihak yang berwenang segera kroscek ke lapangan dan mengambil langkah penindakan,” ujar Eko Sudarmadji perwakilan Warga Satak.

Hingga saat ini masih belum ada tindakan yang dilakukan oleh dinas terkait untuk melakukan pengusutan. Warga hanya bisa berharap, penebangan liar tersebut dihentikan, agar tidak terjadi bencana alam.(*)

Reporter : Rianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here