Beranda Peristiwa Puluhan Pengungsi Tokawi Tinggal di Posko Seadanya

Puluhan Pengungsi Tokawi Tinggal di Posko Seadanya

BERBAGI

Pacitan, AGTVnews.com – Bencana tanah longsor juga menerjang beberapa wilayah di kabupaten Pacitan. Salah satunya Desa Tokawi Kecamatan Nawangan. Akibat bencana ini, puluhan pengungsi yang ada di di desa tersebut harus berada di posko pengungsian yang kondisinya ala kadarnya. Posko darurat ini berupa tenda beratapkan terpal. Warga pengungsi mengeluhkan minimnya bantuan dan masih minim bantuan yang diterima.

Menurut salah satu warga pengungsi, Sumini, dirinya dan warga yang lain terpaksa mengungsi karena tanah di tempat tinggal mereka retak-retak. Warga takut terkena tanah longsor.

“Tanah di tempat kami retak-retak. Kami jadi takut kalau sewaktu-waktu longsor. Sidah empat hari ini kami tinggal disini. Obat-obatan dan selimut belum ada yang ngasih. Kita juga kesulitan makanan. Belum ada dapur umum,’ ujar Sumini

Tanah longsor yang terjadi di Desa Tokawi Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan ini tidak hanya mengakibatkan rumah warga rusak namun juga menutup akses jalan menuju desa tersebut.

Akses Jalan Rusak, Tokawi Terisolir

Bencana tanah longsor di Desa Tokawi mengakibatkan jalan desa amblas hingga puluhan meter. Kondisi ini juga mengakibatkan sebuah sekolah dasar rusak parah. Amblasnya jalan ini mengakibatkan warga yang ada dua dusun di desa setempat terisolir. Jalan baru bisa dilalui setelah warga melakukan kerja bakti selama dua hari.

Menurut kepala dusun Duwet desa setempat, Katirun, bencana longsor ini mengakibatkan akses jalan desa terputus total. Selain itu bangunan sebuah sekolah dasar rusak parah tertimbun longsoran.

“Bangunan SD yang rusak tersebut akibat adanya material longsoran yang menimpa lima ruang kelas. Selain itu akses jalan desa juga tertutup tanah longsoran. Akibat kejadian inisekita 45 kepala keluarga harus mengungsi dan meninggalkan rumah mereka,’ ujar Katirun.

Akibat kejadian ini, delapan rumah terkubur material tanah longsor, sementara puluhan rumah lainnya rusak parah.(*)

Reporter: Dinar Putra Perdana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here