Beranda Viral Warga Kecam Pembangunan Tugu Demokrasi Madiun Menyerupai Lambang ‘Freemansonry’

Warga Kecam Pembangunan Tugu Demokrasi Madiun Menyerupai Lambang ‘Freemansonry’

BERBAGI

Madiun, AGTVnews.com – Warga kecam pembangunan tugu demokrasi yang terletak di depan gedung DPRD Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Hal ini karena, bangunan tugu demokrasi tersebut mirip dengan lambang ‘freemansonry’ sebuah organisasi persaudaraan international.

Aksi kecam ini salah satunya dilakukan gerakan pemuda Anshor. Mereka mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat tersebut dan meminta pembangunan tugui tersebut di bongkar. Menurut ketua GP Ansor Kabupaten Madiun, Khotamil Anam, tugu yang dibangun di depan DPRD Kabupaten Madiun tersebut identik dengan simbol agama. Untuk itu dirinya mendatangi gedung DPRD dan meminta penjelasan.

“Berbicara tentang lambang dan ukiran di Jawa Timur ini sangat banyak sekali ukiran. Kenapa harus memakai lambang tersebut. Tugu Demikrasi ini sangat mirip dengan lambang organisasi persaudaran di luar negeri sana. Itu bukan budaya kita Indonesia. Itu mlik orang luar sana. Untuk itu kami minta tugu tersebut dibongkar,” tegas Khotamil Anam.

Kedatangan GP Anshor Madiun ini diterima langsung ketua DPRD Madiun Djoko Sentijono. GP Anshor mengaharapkan Pemerintah merobohkan bangunan tersebut. Karena dikhawatirkan akan muncul aksi radikal yang memprotes pembangunan tugu itu.

Pemerintah Akan Desain Ulang

Adanya kecaman dari sejumlah elemen masyarakat terkait pembangunan Tugu Demokrasi yang terletak di depan kantor DRPD Madiun. DPRD Madiun dan Pemerintah Kabupaten Madiun akan melakukan re-design atau desain ulang untuk bangunan tersebut.

Menurut ketua DPRD Kabupaten Madiun, Joko Setijono, adanya bentuk tugu yang mirip dengan lambang ‘freemansonry’ bukanlah hal yang disengaja. Karena pembangunan tugu tersebut juga bermakna Pancasila.

“Pembangunan ini tidak sengaja, karena awalnya tangga tersebut untuk melambangkan tahun Indonesia merdeka sebanyak 45, sementara anggota DPRD Kabupaten Madiun sendiri ada 45 orang juga. Sementara dibagian kanan yang berisi 5 anak tangga besar merupakan lambang-lambang lima sila dalam Pancasila,” ujar Joko.

Sementara itu Kabid Tata Ruang DPUPR, Gunawi mengatakan, pihaknya dan ketua DPRD Madiunserta pelaksana pengerjaan proyek sepakat akan me re-design ulang tugu tersebut.

“Kita sudah sepakat untuk mendesain kembali tigi tersebut. Sama seperti yang disampaikan bapak ketua dewan. Kalo memang gundul seperti itu pasti akan menimbulkan persepsi lain di masyarakat. Jadi nanti kita akan desain ulang,” ujar Gunawi.

Awalnya tugu demokrasi ini dibangun sebagai sarana pelengkap ruang tebuka hijau (RTH) demokrasi. Diharapkan RTH ini bisa menjadi sarana wisata masyarakat yang murah dan meriah. Tugu tersebut dibangun dengan biaya anggara sebesar Rp 1 miliar lebih.(*)

Reporter: Eko Prasetyo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here