Beranda Hukum Kriminal Curi Gabah Untuk Makan, 2 Warga Ini ‘Dipolisikan’

Curi Gabah Untuk Makan, 2 Warga Ini ‘Dipolisikan’

BERBAGI

Blitar, AGTVnews.com – Dua wanita paruh baya, SP (52 tahun) warga Desa Tegalrejo dan UM (57 tahun) wraga Desa Jatitengah Kecamatan Selopuro Kabupaten Blitar, tertangkap warga saat tengah menjalani aksinya mencuri gabah di sawah milik Sismianto (41 tahun) warga Dusun Tumpuk Kecamatan Tangkil Kabupaten Blitar Jawa Timur.

Kedua pelaku tertangkap warga, yang resah karena gabah hasil panen padi mereka selalu saja berkurang jumlahnya karena hilang. Akhirnya warga desa setempat kemudian ‘menyanggong’ pelaku yang diduga warga pasti akan melakukan aksinya.

Menurut Kapolsek Wlingi Polres Blitar, Kompol Wachid Arifaini, aksi kedua ibu-ibu ini dinilai sangat meresahkan warga. meski yang hilang tidak seberapa, namun para petani sering sekali kehilangan. Dilihat dari nilainya mungkin tidak seberapa, tapi saat dilakukan mediasi, warga yang menjadi korban tidak terima dan minta untuk pelaku ditahan saja.

“Kami sudah melakukan mediasi, antara korban dan pelaku. Namun korban tetap meminta agar pelaku ditahan saja. Bila dilihat dari barang bukti yang nilainya tidak seberapa, tidak cukup kuat untuk dilakukan penahanan, namun karena adanya pernyataan dari korban dan juga kelompok tani lainnya akhirnya dilakukan penahan tersebut,” jelas Kapolsek dihadapan wartawan saat pers rilis, Senin (8/1/2018).

Dari pengakuan tersangka, UM dirinya terpaksa melakukan aksi pencurian tersebut karena terdesa kebutuhan ekonomi. Dirinya hanya sebagai buruh tani dan suaminya tidak bekerja.

“Saya butuh beras untuk makan sehari-hari, karena suami saya tidak bekerja, dana anak saya juga tidak bekerja. Jadi saya yang mencari uang untuk makan,” ucap SP dengan memelas.

Dari hasil penyidikan yang dilakukan petugas, para pelaku ini sebelum beraksi selalu mencari sasaranya terlebih dahulu dengan melakukan survey. Dengan mengendarai sepeda motor matic miliknya, SP selalu melihat-lihat sawah yang akan melakukan panen. Gabah hasil curiannya selain untuk makan juga untuk ‘buwuh’ tetangga yang punya hajat.

Kapolsek Wlingi menambahkan, pemilik sawah selalu meletakkan terlebih dahulu gabah hasil panenannya di sawah dengan ditutup terpal. Namun jumlah sak karung gabah yang ada banyak yang berkurang.

“Pelaku ini tertangkap, karena warga curiga, ada sepeda pancal yang digeletakkan di bawah pagar, seperti disembunyikan. Akhirnya saat pelaku akan mengambil sepeda miliknya akhirnya diamankan,” ujar Kompol Wachid Arifaini.

Saat digeledah dirumahnya, salah satu petani mengenali karung beras miliknya, dan setelah dicek memang varietas gabah berasal dari tanamannya.

“Akhirnya kedua pelaku dilaporkan ke Mapolsek dan barang buktinya juga ikut diamankan,” beber Kapolsek.

Barang bukti yang diamankan petugas diantaranya,dua sepeda pancal, 60 kg gabah basah, 3 kg beras yang sudah diselep, 1 buah headlamp dan 4 karung goni. Dari apa yang dilakukannya, kedua wanita paruh baya tersebut dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.(*)

Reporter: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here