Beranda Peristiwa Galian ‘Menyimpang’ Tim Gabungan Kembali Cek Peta Koordinat Galian Rolak 70 Kunjang

Galian ‘Menyimpang’ Tim Gabungan Kembali Cek Peta Koordinat Galian Rolak 70 Kunjang

BERBAGI

Kediri, AGTVnews.com – Tim gabungan dari BBWS, P2T dan ESDM Provinsi Jawa Timur kembali melakukan pengecekan koordinat pertambangan Rolak 70 yang dipegang CV Adhi Joyo, Rabu (10/1/2018). Hal ini dilakukan untuk menindak lanjuti hasil penyelidikan Tim Satrekrim Polres Kediri, sekaligus untuk memastikan titik koordinat perijinan galian C Rolak 70 di wilayah Desa Juwet Kecamatan Kunjang Kabupaten Kediri Jawa Timur.

Pengecekan yang dilakukan tersebut didampingi tim penyidik Pidsus Satreskrim Polres Kediri. Sementara jumlah personil dari Provinsi sekitar 9 orang. Tim berkeliling melakukan pengecekan untuk mensinkrokan data peta dalam perijinan.

“Kami hanya melakukan pengecekan untuk titik koordinat saja, selanjutnya hasilnya nanti akan kami sampaikan pada pimpinan untuk menentukan langkah selanjutnya. Untuk hasil pengecekan di lapangan kami tidak punya kewenangan menyampaikan pada rekan media. Itu nanti hasilnya akan di kirim ke penyidik Polres Kediri,” ungkap Adi salah satu anggota tim dari BBWS Provinsi Jatim.

Terpisah, Kanit Pidsus Satreskrim Polres Kadiri, Iptu Igo Fajar Akbar saat mendampingi tim dari ESDM, P2T dan BBWS Provinsi menjelaskan, pihaknya hanya mendampingi petugas dari Provinsi untuk pengecekan di lapangan terkait dengan peta dalam perijinan yang dilaporkan ada penyimpangan oleh warga dan sekarang masih ditangani.

“Kami hanya mendampingi saja untuk pengecekan peta galian Rolak 70 di wilayah Kecamatan Kunjang. Kami juga menunggu kesimpulan hasilnya nanti seperti apa dari Provinsi dan itu sebagai bahan melanjutkan penyidikan,” ungkap Iptu Igo.

Sengketa Antar Tetangga

Seperti yang terjadi sebelumnya, setiap ada pengecekan di lapangan oleh petugas, para petani yang memiliki lahan garapan di lokasi tersebut selalu mengikuti dan melakukan pemantauan. Namun para petani ini harus berhadapan dengan para penjaga keamanan galian atau ‘bodyguard’ tambang. Seringkali hal ini memicu perseteruan meski ternyata para petani dan ‘bodyguard’ ini berasal dari kampung yang sama.

Diberitakan sebelumnya, informasi yang berkembang di lapangan, ijin galian Rolak 70 hanya mencakup wilayah Desa Pare Lor Kecamatan Kunjang. Namun prakteknya proses penggalian masuk wilayah Dusun Jabon dan Nglerep Desa Juwet. Masyarakat mengaku kecewa dengan pihak terkait yang terus membiarkan mereka beroperasi dan seakan justru mendapat perlindungan tanpa ada penindakan.

Sementara mereka warga yang melakukan galian manual di dekat lokasi tersebut justru diringkus Polisi dan sampai sekarang dikabarkan masih mendekam di tahanan menunggu proses hukum lanjutan.

“Ini kejadian aneh saja, masak yang menggali menggunakan alat berat ijinnya tidak sesuai malah dibiarkan, tetapi masyarakat kecil yang menggali manual dipidanakan dan yang melapor justru pemilik ijin yang diduga melakukan penyimpangan yaitu CV.Adhi Djoyo, ” ujar Agustianto pendamping warga dengan nada berang.(*)

Reporter: Rianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here