Beranda Hukum Kriminal Polisi Gadungan Cabuli ABG Kelayapan Malam

Polisi Gadungan Cabuli ABG Kelayapan Malam

BERBAGI

Blitar, AGTVnews.com – Berbekal surat tugas palsu sebagai anggota Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) Polres Blitar, HS (33 tahun) warga Desa Nggembul Kecamatan Binangun Kabupaten Blitar, ditangkap anggota Satuan Reserse Kriminal (satreskrim) Polres Blitar.

Tersangka HS diduga menjadi pelaku pencabulan dan perampasan dengan korban Anak Baru Gede (ABG) yang kelayapan malam. Polisi terpaksa bertindak tegas dengan melumpuhkan kaki HS dengan timah panas karena melawan saat akan ditangkap.

Menurut Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya, pelaku ditangkap berdasarkan laporan dari beberapa korbannya. Para korban tersebut rata-rata masih dibawah umur berusia antara 14-15 tahun. Kepada korban, pelaku mengaku sebagai anggota polisi, yang akan menangkap para ABG tersebut dengan dalih terlibat kasus narkoba.

“Ada 3 korban yang melapor ke Mapolres Blitar. Korban ini mengaku sudah dicabuli HS dan barang berharga mereka seperti HP maupun sepeda motor dirampas pelaku. Sudah ada 3 korban yang melapor ke kepolisian, dimungkinkan masih ada korban lain, dan ini masih terus kita kembangkan,” ujarnya kepada awak media saat menggelar press release, Selasa (2/1/2018).

Dalam melakukan tindak kejahatan, tambah Kapolres, HS ini berpura-pura sebagai anggota polisi dari Satreskoba. Tersangka HS menincar korbannya yang tengah nongkrong diatas pukul 8 malam.

“Salah satu korban, AZM, mengaku didatangi tersangka HS saat nongkrong di Bendungan Serut pukul 9 malam dengan dua teman lelakinya. HS ini mengatakan kepada korban, bahwa korban tersangkut kasus narkoba,” tambah Kapolres.

Korban yang ketakutan, akhirnya menuruti apa yang diminta pelaku. Terlebih pelaku memiliki kartu identitas penyidik. Dua teman korban diminta pergi melapor ke Mapolsek, sementara HP mereka dibawa korban. Korban sendiri kemudian diboncengkan pelaku.

“Selama beberapa hari korban dibawa pelaku dan diajak berkeliling. Dalam pelarian tersebut korban sempat dicabuli dan disetubuhi pelaku sebanyak dua kali. Pada hari ketiga, korban meminta pulang dan oleh pelaku diturunkan di wilayah Kesamben dengan diberi ongkos naik bus untuk pulang ke rumahnya, sementara pelaku melarikan diri,” papar perwira menengah kelahiran Kediri ini.

Dalam pemeriksaan, pelaku membantah apa yang disangkakan polisi. “Saya tidak tahu itu siapa, saya tidak kenal. Motor itu motornya teman saya yang digadaikan,” kata pelaku berkelit.

Polisi tidak mempercayai begitu saja apa yang diucapkan pelaku. Dari hasil investigasi dengan korban, mereka mengakui HS merupakan pelaku yang sudah merampas hp dan motor mereka, dan juga membawa korban selama berhari-hari.

“Kita terus akan kembangkan kasus ini. Dimungkinkan tidak hanya ada tiga korban ini saja, namun diperkirakan masih banyak korban lainnya. Termasuk kita juga masih menyelidiki, darimana pelaku mendapatkan kartu identitas penyidik tersebut,” pungkas Kapolres.

Pelaku diduga tidak hanya melakukan aksinya di wilayah Blitar namun juga di wilayah kabupaten Tulungagung. Pihak kepolisian masih akan terus melakukan penyelidikan, untuk mengungkap kasus pencabulan anak dibawah umur tersebut.

“Iya mungkin ini karena sudah dilakukan di banyak tempat, jadi pelaku tidak ingat dengan korbannya. Tapi dari 3 korban yang dipertemukan dengan pelaku, membenarkan kalau itu adalah pelakunya. Kita akan terus lakukan penyelidikan, termasuk kemungkinan di wilayah lain,” jelas Kapolres.(*)

Reporter: Linda Kusuma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here