Beranda Hukum Kriminal Terkuak, Balita Hanung Tewas Dibunuh

Terkuak, Balita Hanung Tewas Dibunuh

BERBAGI

Tulungagung, AGTVnews.com – Teka-teki tewasnya Hanung (2 tahun) balita asal Desa Waung Kecamatan Boyolangu Kabupaten Tulungagung Jawa Timur, akhirnya terungkap. Diketahui penyebab kematian korban akibat penganiayaan AF, teman dekat ibunya. Sebelumnya AF tidak mengakui hal tersebut dan mengatakan korban tewas akibat tertimpa meja warung.

Dari rekonstruksi yang dilakukan Polres Tulungagung, terungkap Hanung sebelumnya dianiaya AF, teman dekat ibunya yang juga seorang residivis kasus pencurian. AF mengaku kesal karena Hanung terus rewel dan menangis saat diajak tidur. Rekonstruksi dilakukan di pasar Ngemplak Tulungagung Jawa Timur.

Dari pengakuan AF, dirinya kesal karena Hanung ini rewel terus dan menangis. AF mengaku memukul perut dan menampar mulut korban hingga berdarah.

“Saya kesal, karena anak ini terus menangis, diajak tidur tidak mau. Saya pukul perutnya pakai tangan kanan. Terus saya tampar juga, habis itu anaknya kok diam saja, saya juga panik dan bingung,” ujar AF.

Untuk mengelabuhi ibu korban, dia mengaku Hanung jatuh tertimpa meja warung. “Saya bilang anaknya kejatuhan meja warung, untuk mengelabuhi ibunya,” tambah AF.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Mustijat Priyambodo mengatakan, ada satu adegan yang tidak masuk dalam pemberkasan saat dilakukan penyidikan.

“Dari rekonstruksi ini terungkap, ada satu adegan yang ternyata pelaku tidak mengakuinya. Saat korban dipukul di perut dan ditampar hingga berdarah. Diduga korban tewas pada saat adegan ke 14 dan 15 saat terjadinya pemukulan,” jelasnya.

Katinah ibu korban, mengaku tidak terima dengan kejadian tersebut. Dirinya meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya.

“Saya tidak terima anak saya dibegitukan. Saya menolong dia, karena hidup sama-sama, minta makan minta rokok saya kasih. Katanya tidak punya uang, dan mau menjaga anak saya,” ungkap Katinah dengan emosi. Dengan tewasnya Hanung, Katinah berharap AF juga mendapat hukuman setimpal.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku dijerat dengan pasal 76c subsider pasal 80 ayat 3, Undang-Undang RI nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima belas tahun.(*)

Reporter: Wawan Setiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here