Beranda Ekonomi Bisnis Batik Kediri Motif Jaranan Makin Populer

Batik Kediri Motif Jaranan Makin Populer

BERBAGI
batik motif jaranan
Beragam corak batik khas Kediri. Makin populer dengan motif kesenian populer jaranan. (foto: istimewa)

AGTVnews.com – Satu lagi kerajinan kain khas kediri adalah batik tulis Dermo. Ciri khas batik hasil kerajinan tangan para ibu rumah tangga ini adalah berbagai kesenian dan ikon Kediri tergambar di setiap pola kain batik tulis ini, seperti jaranan, burung Wilis Mukti, dan Simpang Lima Gumul.

Perajin batik saat ini memang hampir ada di semua daerah. Mereka berlomba-lomba menawarkan produk dengan tema tertentu khas daerah masing-masing.

Jaranan yang merupakan ikon Kota Kediri, dewasa ini telah gencar di promosikan di berbagai bidang. Salah satunya yakni dengan batik, seperti halnya sentra UKM Batik di Kelurahan Dermo Kota Kediri, yang mengambil tema jaranan sebagai motif khas di setiap pengerjaannya.

| simak video berita terkait:

Kain batik yang saat ini telah menjamur ke berbagai kalangan dari anak-anak sampai dewasa, menjadi latar belakang gabungan kelompok pengrajin ini, untuk memperkenalkan ciri khas daerahnya.

| Baca Juga:  Antisipasi Perpecahan, Ratusan Warga Gelar Deklarasi Kerukunan Antar Umat

Dengan bermodalkan kain, canting, kompor dan malam, anggota Dermo Batik ini telah memasarkan produk batiknya, tak hanya di Indonesia namun juga ke mancanegara, dengan sistem pemasaran online.

Ciri Khas Batik Kediri

Sentra batik Dermo awalnya hanya sekumpulan ibu rumah tangga yang ingin menyalurkan hobi membatik. Tidak disangka, hasil kerajinan mereka mendapat apresiasi dari masyarakat saat mengikuti pameran dan ekspo yang digelar pemerintah daerah. Dari situ lalu berkembang lebih serius hingga berkali-kali mendapat kesempatan belajar desain dan teknik membatik dari para ahli di Jawa Tengah maupun Jogjakarta.

| Baca Juga:  Anggota Mapala UNP Kediri Tewas Saat Arung Jeram

Saat ini di Kelurahan Dermo telah ada 40 anggota kerajinan batik. Mereka melakukan aktifitas membatik di rumah masing-masing kecuali mendapat order besar yang membutuhkan keseragaman motif dan warna, mereka akan berkumpul.

Dalam sebulan, usaha mikro ini mampu menghasilkan 5 potong kain tiap anggota, dengan omset masing-masing anggota Rp 2 juta. Larisnya penjualan kain batik ini rata-rata bermotifkan jaranan, selain itu juga ikon-ikon Kediri menjadi bahan motif, seperti monumen Simpang Lima Gumul, burung Wilis Mukti, Gethuk Pisang, dan Tahu Kuning.

Sementara itu, diharapkan pemerintah juga ikut serta dalam pengembangan industri kecil, mulai dari pemasaran, serta pelatihan-pelatihan yang menunjang kreatifitas pengrajin.(*)

Reporter: Tim Liputan AGTV

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here