Beranda Ekonomi Bisnis Kerajinan Kuda Lumping Kebanjiran Orde

Kerajinan Kuda Lumping Kebanjiran Orde

BERBAGI

Kediri, AGTVnews.com – Sentra kerajinan kuda lumping yang ada di Desa Karangrejo Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri, mulai kebanjiran order seiring kembali populernya kesenian jaranan. Peminat kerajinan ini bukan dari Kediri saja, namun juga merampah sampai luar kota di Indonesia.

Di Desa Karangrejo ini, terdapat 11 home industri pembuatan kerajinan jaranan. Tiap hari, sedikitnya 200 buah kuda lumping berbagai ukuran bisa dihasilkan. Tingginya pemesanan membuat pengrajin kuda lumping sering kewalahan mengerjakan. Apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini, menyebabkan proses pengecatan susah kering.

Siti Juliah, salah satu pengrajin kuda lumping mengaku belakangan ini permintaan aksesoris kesenian kuda lumping meningkat drastis. Ini dimungkinkan kaena kesenian jaranan kembali diminati masyarakat.

“Saat ini kesenian jaranan terus tumbuh jadi berpengaruh positif pada permintaan aksesoris kesenian ini. Order dari anak-anak penggemar jaranan juga meningkat,” ungkap Siti Juliah.

| Baca Juga:  Lupa Matikan Kompor, Rumah Kos di Kediri Habis Terbakar

Proses Kreatif Butuh Telaten

Proses pembuatan kerajinan kuda lumping ini, dimulai dari memotong anyaman bambu sesuai pola. Setelah itu dilanjutkan dengan proses pengecatan dasar menggunakan warna putih dan hitam. Kuda lumping yang setengah jadi lalu dicat menggunakan cat berwarna-warni dan diberi gambar menyerupai kuda aslinya. Selanjutnya dijemur di bawah terik matahari.

Setiap jaranan ukuran kecil, dibandrol harga Rp 5 ribu oleh pengrajin. Sedangkan ukuran sedang dan besar kisaran harga Rp 10 ribu hingga Rp 20 ribu.

Kesenian kuda lumping atau jaranan, belakangan ini kembali populer di Jawa Timur. Banyak bermunculan kelompok atau grup jaranan, baik yang profesional untuk pertunjukan maupun sekadar pentas seni.(*)

Reporter: David Setiawan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here