Beranda Hukum Kriminal Warga Keluhkan Kenaikan Tarif STNK dan BPKB

Warga Keluhkan Kenaikan Tarif STNK dan BPKB

BERBAGI

Tulungagung, AGTVnews.com – Keputusan pemerintah untuk menaikkan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di lingkungan Polri, disikapi warga pemilik kendaraan bermotor dengan ramai-ramai mengurus surat kendaraannya, meskipun masih belum jatuh tempo.

Pemilik kendaraan berharap dapat terhindar dari pemberlakuan tarif baru, yang kenaikannya ada yang mencapai 300 persen.

Seperti di Kantor Samsat Tulungagung, warga berjubel dan mengantre di setiap loket yang disediakan. Warga harus rela mengantre hingga berjam-jam, menunggu giliran proses dokumen kendaraan bermotor.

Pemandangan yang hampir sama terjadi di Kantor Samsat Nganjuk. Biasanya pelayanan pengurusan STNK dan BPKB berada di dalam gedung Samsat. Namun karena membeludak, polisi menyediakan beberapa meja khusus pendaftaran pengurusan dokumen kendaraan bermotor.

Ahmadi, salah seorang pemilik kendaraan, rela mengantre hingga berjam – jam hari ini, demi mengurus surat BPKB kendaraan bermotornya. Dia mengaku keberatan dengan perubahan tarif yang dilakukan, karena kenaikan ini juga dibarengi oleh kenaikan listrik dan bbm.

| Baca Juga:  Bentuk Candi Situs Tunglur Mulai Terlihat

Kondisi serupa terjadi di Kantor Samsat Blitar Kota. Para pemohon tersebut rela berdiri berjam-jam, untuk mengantre serta menunggu mengurus surat-surat kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat.

Membludaknya pemohon ini, karena kenaikan tarif pada setiap kepengurusan kendaraan bermotor, yang akan dimulai pada Jumat, 6 Januari 2017 hari ini. Berdasarkan peraturan baru, besaran kenaikan tarif harga kendaraan bermotor ini, naik dua hingga tiga kali lipat. Para pemohon juga keberatan, jika tarif pengurusan surat-surat kendaraan bermotor dinaikkan.

| Baca Juga:  Parade Bedug, Perayaan Tahun Baru Islam ala Santri

Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Doni Dwija Romansa mengatakan, peningkatan jumlah warga yang mengurus dokumen kendaraanya, nampak pada hari terakir sebelum pemberlakuaan PP nomer 60 tersebut, bahkan peningkatannya mencapai 30% jika dibandingkan dengan hari hari sebelumnya.

Pemberlakuan PP nomor 60 tahun 2016, sebagai pengganti PP nomor 50 tahun 2010 ini, akan diberlakukan terhadap pengurusan seluruh dokumen kendaraan bermotor, baik yang baru maupun untuk yang lama. Dokumen itu meliputi penerbitan STNK, pengesahan STNK, penerbitan STCK, penerbitan TNKB, penerbitan BPKB, penerbitan surat mutasi dan beberapa dokumen lain. Kenaikan tarif ini tidak termasuk untuk pajak tahunan kerndaraan roda dua dan empat maupun lebih.(*)

Reporter: Tim Liputan AGTV

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here