Beranda Hukum Kriminal Pencurian Benur Lobster Digagalkan Polisi

Pencurian Benur Lobster Digagalkan Polisi

BERBAGI

Malang, AGTVnews.com – Sindikat pencurian benur atau baby lobster di wilayah laut Kabupaten Malang, diamankan aparat Kepolisian Resort Malang, Kamis kemarin. Ribuan bibit lobster ini rencananya akan dijual ke pengepul yang berada di wilayah Banyuwangi. Polisi mengamankan 1600 baby lobster siap jual dan barang bukti uang transaski senilai Rp 48 juta.

Polisi menangkap 7 tersangka yang berasal dari kecamatan Tirtoyudo Kabupaten Malang. Tujuh tersangka tersebut yakni Hendrik bin Hadi, Andi Santoso, Hengki Wahyu, Sugito, Sukamit, Dicky Putra Widiyanto serta Heriyan Ahmad.

| Baca Juga:  Ditinggal Makan, Mobil Pickup Dibawa Kabur Mantan Pemilik

Dari hasil penangkapan tersebut polisi menyita benur jenis mutiara dengan panjang antara 2 hingga 3 sentimeter. Dari hasil pemeriksaan polisi, ketujuh tersangka ini memiliki peran masing masing yakni bertindak sebagai kurir, pembeli dan nelayan pencari.

Menangkap Dengan Teknik Tradisional

Di hadapan petugas pelaku mengaku kerap mencuri lobster berukuran kecil di wilayah laut Kabupaten Malang dengan menggunakan ijuk atau serat aren. Dalam satu malam setiap pelaku yang juga sekaligus nelayan ini mampu mencuri hingga 50 ekor benur.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung menyatakan, hasil curian tersebut rencananya akan di jual ke Banyuwangi dengan harga Rp 5.000 per ekor. Saat ini polisi masih menyelidiki pengepul yang berada di Banyuwangi.

| Baca Juga:  Biadab! Laki-Laki ini Culik dan Cabuli Bocah 7 Tahun

Bersama tersangka, polisi mengamankan barang bukti 1 unit mobil pickup dan motor sebagai alat transportasi sindikat pencurian ini dan uang transaski senilai Rp 48 juta. Ketujuh tersangka diancam pasal 88 UU Nomor 45 Tentang Perikanan dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 1,5 milyar. (*)

Reporter: Ilmi Zamzam.