Beranda Ekonomi Bisnis Mengejutkan, ini Hasil Uji Kesehatan Pada Cabai Impor

Mengejutkan, ini Hasil Uji Kesehatan Pada Cabai Impor

BERBAGI

Tulungagung – Peredaran cabai kering impor dari negara Tiongkok dan India di sejumlah pasar tradisional Tulungagung kian marak sepekan terakhir. Penyebabnya karena harga cabai impor ini jauh di bawah harga cabai lokal. Bila harga cabai lokal masih dikisaran Rp 140 ribu perkilogram, harga cabai kering impor hanya Rp 40 ribu saja.

Tidak mengherankan bila belakangan ini, pembeli di pasar tradisional memilih cabai kering impor ini sebagai pelengkap bumbu masak. Seperti dituturkan Suyatno, pedagang di pasar Wage Tulungagung yang mengakui dagangan cabai kering impor miliknya mulai dilirik pembeli karena murah.

| Baca Juga:  Pastikan Perusahaan Bayar THR, Disnaker Bentuk Posko Pengaduan

Terkait maraknya permintaan cabai kering impor asal Tiongkok dan India ini, petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung akhirnya menggelar razia ke sejumlah pedagang di Pasar Wage yang menjual cabai impor. Selama ini memang berkembang kabar bahwa cabai impor tidak aman dikonsumsi karena mengandung bahan pengawet yang tidak aman.

Di tempat ini petugas mengambil sample cabai impor yang dibungkus kantong plastik diduga mengandung zat-zat berbahaya bagi kesehatan tubuh manusia. Selanjutnya, sample cabai impor diuji menggunakan cairan pereaksi tertentu untuk mengetahui kandungan yang ada. Artikel menarik lainnya: Pantai Gemah Tulungagung wisata yang lagi populer.

| Baca Juga:  Bupati Tulungagung Siapkan Perawatan Bagi Korban Bus Rombongan Guru TK

Hasilnya, ternyata cabai impor yang dijual oleh sejumlah pedagang di pasar Wage tidak mengandung zat pewarna tekstil atau rodamin B maupun formalin sebagai pengawet. Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung Masduki menyatakan, bahwa cabai impor asal negara Tiongkok dan India ini aman dikonsumsi masyarakat.

Dengan hasil uji ini diharapkan konsumen tidak perlu was-was untuk mengkonsumsi cabai impor karena dipastikan tidak berbahaya. (*)

Tim Liputan AGTV.