Beranda Peristiwa 64 Sumur Warga Amblas, 240 Sumur Lainnya Menunggu Giliran

64 Sumur Warga Amblas, 240 Sumur Lainnya Menunggu Giliran

BERBAGI

AGTVNEWS.com – Fenomena sumur amblas di Desa Manggis Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri terus meluas. Hingga Kamis (27/04/2017) hari ini, sedikitnya 64 unit bangunan sumur amblas ditelan bumi.

Data dari Kantor Desa Manggis, sejak 10 hari terakhir telah menerima laporan 64 unit bangunan sumur milik warga yang amblas. Rinciannya, Dusun Dorok 32 unit, Dusun Jambean 11 unit dan Dusun Nanas 21 unit.

Menurut Mujiran Wangsa, Kepala Desa (Kades) Manggis Kecamatan Puncu, munculnya fenomena sumur amblas ini terjadi sejak 10 hari terakhir dan berlanjut terus hingga sekarang. “Setiap hari selalu ada yang melaporkan sumurnya amblas,” jelas Mujiran.

| Baca Juga:  Pemilihan Ketua PWI Kediri Raya Hanya 5 Menit

Pihak desa mengaku sudah melaporkan kasus ini ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri melalui camat setempat. Atas laporan tersebut, pihak BPBD Kabupaten Kediri berjanji akan mendatangkan ahli geologi dari Bandung untuk melakukan penelitian penyebab amblasnya sumur warga ini.

Sementara itu menurut Andik Wiyanto salah satu warga Dusun Nanas Desa Manggis menyebutkan hampir semua sumur milik warga Dusun Nanas sudah memiliki tanda-tanda akan amblas.

“Sebelum amblas selalu diawali dengan munculnya gelembung coklat pada air sumur. Selanjutnya tanah di sekitar sungai akan runtuh terus menerus. Selang 2 hari bangunan bibir sumur akan ikut runtuh,” ungkap Andik.

| Baca Juga:  Bupati Kediri Gelar Safari Ramadan di Panti Asuhan

Menurut Andik, ada teknik mencegah amblasnya bangunan bibir sumur yakni dengan menutup lubang sumur dengan tanah uruk. Setelah sumur diuruk selanjutnya dibuat sumur baru dengan cara dibor menggunakan mesin.

Untuk menguruk sumur, jelas Andik, dibutuhkan tanah sedikitnya 5 dump truk. Sebab rongga di dalam sumur ternyata sudah cukup luas hingga radius 5 meter. “Biaya beli tanah uruk dan pengeboran sumur baru bisa sampai 5 juta,” jelas Andik.

Berdasarkan data dari Desa Manggis, tercatat 240 unit sumur warga sudah memiliki tanda-tanda akan runtuh. (*)

Reporter: Tim Liputan AGTV.