Beranda Pemerintahan Pondok At Taubah Mengubah Napi Menjadi Santri

Pondok At Taubah Mengubah Napi Menjadi Santri

BERBAGI

Kediri – Ada pemandangan baru di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kediri. Para narapidana dan tahanan terlihat khidmat belajar kitab Al-Quran, mengaji, dan mempelajari pengetahuan tentang Islam.

Warga binaan Lapas IIA Kediri ini memang sedang belajar ilmu agama di pondok pesantren At-Taubah yang berada di areal Lapas.

Pembukaan program pondok pesantren At-Taubah dibuka oleh walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar didampingi oleh Kepala Lapas Kelas IIA Kediri, Muhammad Latif.

Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Pondok Pesantren Lirboyo, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kediri dan juga Koordinator Nusantara Mengaji sebagai penggagas kegiatan.

| Baca Juga:  Walikota Kediri sampaikan Rancangan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kota Kediri TA 2019

Menurut Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar, keberadaan pondok pesantren di dalam lembaga pemasyarakatan ini sangat baik bagi kehidupan sosial masyarakat. Sebab para narapidana yang selama ini memiliki penyimpangan perilaku sosial dapat dikembalikan ke arah lebih baik dengan bekal agama yang cukup.

Pondok pesantren At-Taubah ini adalah hasil dari kerjasama antara Lapas IIA Kediri dengan Pondok Pesantren Lirboyo. Keberadaan pondok pesantren ini rencananya akan digunakan oleh penghuni Lapas untuk mempelajari lebih dalam tentang keimanan khususnya agama Islam.

| Baca Juga:  Dukung Pemerintah, Polri-TNI Siap Tegakkan Inpres No 6 Tahun 2020

Diharapkan bisa menambah tingkat keimanan warga binaan dalam kehidupan selanjutnya setelah keluar dari Lapas. (*)

Reporter: Vicky Mahardika.