Beranda Ekonomi Bisnis Tol Mantingan Kertosono Terkendala Pembebasan Lahan

Tol Mantingan Kertosono Terkendala Pembebasan Lahan

BERBAGI

Madiun – Pembangunan mega proyek nasional Tol Mantingan Kertosono masih berkutat soal pembebasan tanah. Sedikitnya masih ada 71 bidang tanah di wilayah Kabupaten Madiun yang belum dibebaskan, mulai dari tanah warga, instansi,  wakaf, hingga tanah kas desa (TKD).

Kendala pembebasan lahan ini sedikit banyak mengganggu target penyelesaian proyek pada 2018 mendatang. Menurut Kabag Administrasi Pemerintahan Pemkab Madiun Sri Utami, mayoritas tanah yang masih belum dibebaskan tersebut yakni tanah kas desa. Sebab mekanisme pembebasan tanah ini terbilang panjang dan memakan waktu lama. Terlebih  untuk bisa melepas TKD harus seizin gubernur.

| Baca Juga:  Jelang Arus Mudik Perbaikan Ruas Jalan Nasional Dikebut

Hingga kini hanya baru ada 1 desa yang sudah mendapatkan izin dari gubernur yakni Desa Cabean Kecamatan Sawahan. Dalam waktu dekat akan ada 4 desa yang bakal mendapat ijin dari gubernur yakni Desa Pule Kecamatan Sawahan, Desa Glonggong Kecamatan Balerejo, Desa Bandungan dan Desa Sukorejo Kecamatan Saradan.

Meski proyek tol Mantingan Kertosono saat ini masih terus berjalan, hingga saat ini masih terdapat 4 desa yang hingga kini masih belum melengkapi berkas persyaratan pelepasan aset pada tingkat desa.

Yakni Desa Kedungjati, Babadan Lor,  Desa Bajulan dan Desa Sidorejo Kecamatan Balerejo. Sedangkan 5 desa lainnya kini tengah menunggu untuk mendapatkan izin dari Bupati Madiun.

| Baca Juga:  Polisi Madiun Tertibkan Pengamen dan Preman Jalanan

Seperti diketahui tol Mantingan Kertosono memiliki panjang 87,02 Kilometer membentang mulai Kabupaten Ngawi, Magetan, Madiun dan Nganjuk. Proyek jalan tol ini mulai mulai dicanangkan pada 2015 dan ditargetkan secara fisik selesai sebelum lebaran tahun 2018. (*)

Reporter : Eko Prasetyo.