Beranda Peristiwa Warga Dihimbau Tidak Beraktifitas Di Sekitar Sumur

Warga Dihimbau Tidak Beraktifitas Di Sekitar Sumur

BERBAGI

AGTVNEWS.com – Berdasarkan kajian sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri, puluhan sumur ambles di Dusun Dorok, Nanas dan Jambean Desa Manggis Kecamatan Puncu disebabkan tanah pengikat dinding sumur alami erosi setelah air bawah tanah naik karena curah hujan tinggi.

Mengingat potensi bahaya yang masih tinggi, pihak BPBD Kabupaten Kediri melarang warga beraktivitas di dalam radius 4 meter dari sumur yang amblas. “Dikhawatirkan bakal melebar karena belum diketahui besar rongga di dalam sumur. Jadi sebaiknya dihindari beraktifitas di sekitar sumur,” jelas Ramdy Agatha, Plt Kepala BPBD Kabupaten Kediri kepada media, Jumat (28/04/2017).

| Baca Juga:  Sopir Bus Idap Hypertensi Dilarang Beroperasi

Untuk mengantisipasi jatuhnya korban, saat ini aparat TNI dikerahkan untuk menghimbau warga agar berhati-hati. Khususnya bagi warga yang memiliki sumur di dalam rumah, diminta untuk lebih berhati-hati karena bisa dimungkinkan pondasi rumah ikut longsor.

“Warga yang sumurnya sudah memiliki tanda-tanda akan longsor sebaiknya bila malam tidur di lantai. Sebab bisa menambah kewaspadaan saat ada gerakan tanah,” ungkap Kapten Wali Fatma, Komandan Koramil Puncu di lokasi, Jumat (28/04/2017).

Saat ini pihak TNI dan BPBD tengah mengupayakan suplai air ke 3 dusun yang terdampak sumur ambles. Sebab saat ini nyaris seluruh sumur di lokasi tersebut tidak dapat digunakan karena airnya berubah keruh.

| Baca Juga:  Makam Leluhur Akan Digusur untuk Bandara, Warga Mengadu ke DPRD

Untuk memastikan penyebab munculnya fenomena alam ini, BPBD Kabupaten Kediri telah mengirim surat ke Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung. Tujuannya agar dilakukan penelitian yang lebih akurat mengenai penyebab dan dampak bahayanya bagi masyarakat.

Hingga Jumat siang ini, tercatat sudah 88 sumur warga yang ambles seperti ditelan bumi. Berdasarkan data di Desa Manggis sedikitnya terdapat 900 sumur untuk 2.780 kepala keluarga. (*)

Reporter: Tim Liputan AGTV.