Beranda Peristiwa Pabrik Pengolahan Kayu di Malang Terbakar, Warga Sekitar Justru Bersyukur

Pabrik Pengolahan Kayu di Malang Terbakar, Warga Sekitar Justru Bersyukur

BERBAGI
Kebakaran pabrik pengolahan kayu di Kepanjen Malang, Selasa malam.

AGTVNEWS.com – Pabrik pengolahan kayu di Jalan Ahmad Yani Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang dilalap si jago merah, Selasa malam (23/05/2017). Kebakaran diduga berasal dari mesin open kayu yang mengalami kerusakan sehingga menyebabkan kobaran api sekitar pukul 18.00 WIB saat aktivitas pabrik masih berjalan.

Petugas pemadam kebakaran menerjunkan sedikitnya 6 unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan kobaran api yang membakar timbunan kayu dan seluruh isi pabrik. Meskipun upaya pemadaman terus dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran, namun banyaknya benda yang mudah terbakar membuat api cepat merambat kebagian lain.

| Baca Juga:  Korban Kebakaran Warung Mi dan Bakso, Akhirnya Meninggal Dunia

Kebakaran pabrik pengolahan kayu ini ternyata justru disyukuri oleh warga sekitar. Menurut Salah satu warga, Nur Slamet, keberadaan pabrik ini dinilai sangat mengganggu warga. Hal ini disebabkan asap pengolahan kayu yang keluar dari cerobong masuk ke dalam rumah warga. Selain itu, limbah hasil pengolahan kayu juga sudah sekitar setahun tidak dibuang hingga menumpuk dan menimbulkan aroma yang tidak sedap di sekitar lingkungan permukiman.

Sementara itu Camat Kepanjen Abal Saleh mengaku baru mengetahui keluhan warga soal pencemaran yang ditimbulkan pabrik pengolahan kayu ini. Ditemui di lokasi kebakaran, Camat Kepanjen meminta warga terdampak pencemaran untuk melaporkan secara resmi masalah tersebut ke Kecamatan. Namun pihaknya saat ini masih fokus mengurus soal dampak kebakaran tersebut.

| Baca Juga:  Pengukuhan Guru Besar KH Maruf Amin Dihadiri Presiden Jokowi

Kebakaran pabrik pengolahan kayu ini baru bisa dipadamkan setelah 4 jam kemudian dengan mengerahkan 6 unit mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Malang dan sekitarnya. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun pemilik pabrik mengalami kerugian hingga miliaran Rupiah.

Selama terjadinya kebakaran, pihak keamanan pabrik melakukan penjagaan ketat di pintu masuk dan melarang wartawan masuk mengambil gambar.(*)

Reporter: Ilmi Zamzam.