Beranda Pemerintahan Cegah Peredaran Cukai Ilegal, KPPBC Tulungagung Sidak Pabrik Rokok

Cegah Peredaran Cukai Ilegal, KPPBC Tulungagung Sidak Pabrik Rokok

BERBAGI

AGTVNEWS.com – Kantor Pelayanan dan Pengawasan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Pratama Tulungagung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pabrik rokok yang ada di Tulungagung. Langkah ini dilakukan untuk melihat kepatuhan perusahaan yang memproduksi barang kena cukai.

Sidak dilakukan oleh sejumlah petugas kantor Bea Cukai dipimpin langsung Kepala KPPBC  tipe Pratama, dengan mendatangi sejumlah pabrik rokok yang ada di Tulungagung. Sidak ini selain untuk meminimalisir adanya peredaran barang kena cukai (BKC) ilegal, juga sebagai upaya untuk memantau tingkat kepatuhan pengguna jasa cukai, dalam hal ini produsen rokok.

Petugas dengan teliti memeriksa catatan pembukuan masing-masing perusahaan rokok (PR) untuk dicocokkan dengan laporan yang diserahkan pada kantor bea cukai Tulungagung. Pemeriksaan ini terkait dengan jumlah barang kena cukai yang telah selesai diproduksi .

| Baca Juga:  DPRD Apresiasi Sistem Zonasi PPDB Pakai Peta Digital

Menurut kepala KPPBC Tulungagung, Adiek Marga Rahardja, bagi perusahaan yang kedapatan tidak melaporkan BKC selesai produksi dalam waktu yang telah ditetapkan, akan dikenai sanksi berupa  denda  minimal dua kali lipat nilai cukai yang tidak diberitahukan.

“Alhamdulillah rata-rata pengusaha yang ada di Tulungagung mulai patuh terhadap pelaporan BKC, dengan adanya beberapa sangsi dari kita, beberapa perusahaan yang tidak melaporkan dan tidak berproduksi selama satu tahun, akan kami cabut,” tegas Adiek.

Dalam kurun waktu 2 tahun terakhir, KPPBC Tulungagung setidaknya telah melakukan penutupan terhadap 5 pabrikan rokok, karena kedapatan melakukan pelanggaran.  Namun yang paling banyak terjadi penutupan ini karena pabrik berhenti beroperasi lebih dari satu tahun.

Sementara itu menurut Manager PR Trubus Alami, Sodik Purnomo, sidak yang dilakukan KPPBC Tulungagung maupun wilayah  rutin dilakukan setiap bulannya. “Yang namanya pengusaha harusnya diperiksa maupun tidak diperiksa tetap harus menjalankan kewajibannya menyampaikan laporan perusahaan,” tambah Sodik.

| Baca Juga:  12 SMP Negeri di Tulungagung Kekurangan Siswa

Dari  dua PR yang diperiksa yakni PR Trubus Alami dan PR Margantara Jaya di desa Gesikan kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung, petugas tidak menemukan adanya pelanggaran. Jumlah BKC yang selesai produksi, sesuai dengan yang dilaporkan.

Hingga akhir Mei 2017, target penerimaan cukai di KPPBC Tulungagung baru tercapai 34,17 % atau sekitar Rp 60,4 miliar, dari total target sebesar Rp 177,6 miliar.  Target ini naik sekitar 22 miliar dari target tahun sebelumnya yang sebesar Rp 155 miliar.(*)

Reporter: Wawan Setiawan.