Beranda Hukum Kriminal Mengaku Bisa Tarik Dana Hibah Rp 2 Triliun, Warga Sidoarjo Dibekuk Polisi

Mengaku Bisa Tarik Dana Hibah Rp 2 Triliun, Warga Sidoarjo Dibekuk Polisi

BERBAGI

AGTVNEWS.com – Mengaku bisa menarik dana hibah dari keraton Yogyakarta senilai Rp 2 triliun, Joko Nugroho (57 tahun) warga Jalan Merbabu Kampung Permai Rt 5 Rw 9 Kecamatan Waru Sidoarjo terpaksa berurusan dengan petugas unit reskrim Polsek Pagu Kediri.

Joko Nugroho yang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polsek pagu ini, mengelabuhi korban Yulianto (57 tahun) warga Desa Padangan Kecamatan Kayen Kidul Kabupaten Kediri dengan meminta mahar senilai Rp 15 juta.

Menurut Kapolsek Pagu AKP Bowo Wicaksono, tersangka Joko Nugroho ini terbilang licin dalam beraksi menipu korbannya. Sebelum beraksi, tersangka terlebih dahulu mempelajari silsilah keluarga korban agar meyakinkan.

“Pelaku ini bisa meyakinkan korban yang disebut sebagai ahli waris dana Rp 2 triliun dari kesultanan Yogyakarta dengan merinci silsilah nenek moyang korban. Sebagian nama yang disebut pelaku memang merupakan keluarga korban,” jelas AKP Bowo Wicaksono kepada reporter AGTV, Kamis (29/06/2017).

Saat korban Yulianto ini sudah percaya, lanjut Kapolsek Pagu, tersangka meminta dana senilai Rp 15 juta untuk keperluan ritual mengambil hibah Rp 2 triliun tersebut. “Pelaku lantas menggelar ritual di rumah korban dan menyiapkan 6 buah kardus ukuran besar untuk menampung uang warisan tersebut,” tambah mantan Kasubag Humas Polres Kediri ini.

Kasus penipuan ritual abal-abal yang dijalankan Joko Nugroho ini nyaris berjalan sempurna. Namun kedoknya terbongkar saat proses menunggu datangnya uang hibah yang dijanjikan 6 bulan tersebut, tersangka Joko kembali berulah mengarang cerita bahwa salah satu anak korban yang bekerja di sebuah instansi pemerintah di Jakarta tertangkap penyidik KPK.

| Baca Juga:  Cabuli Pelajar Hingga Hamil, Seorang Pedagang Diamankan

“Tersangka mengarang cerita ini dengan harapan korban memberikan uang senilai Rp 12 juta untuk proses ritual tolak balak agar anak korban lolos dari jeratan hukum. Korban yang mulai sadar lantas melapor ke polisi dan disusun strategi untuk menangkap tersangka,” papar AKP Bowo Wicaksono.

Dihadapan penyidik Polsek Pagu, tersangka Joko mengakui bahwa sebenarnya tidak memiliki keahlian mendatangkan uang hibah tersebut. Dirinya hanya berkedok sebagai dukun demi memperoleh uang untuk kebutuhan sehari-hari.

Kapolsek Pagu menghimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan aksi penipuan berkedok mendatangkan uang gaib ataupun praktik penggandaan uang, sebab hal tersebut tidak mungkin dilakukan.

“Kita juga berharap apabila ada warga masyarakat yang merasa dirugikan oleh tersangka Joko Nugroho ini segera melapor ke Polsek Pagu. Kami yakin korban lebih dari satu,” pungkas AKP Bowo Wicaksono.

Saat ini Unit Reskrim Polsek Pagu masih menyelidiki kemungkinan peran serta orang lain dalam aksi penipuan ini. Tersangka akan dijerat pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.(*)

Reporter: Tim Liputan AGTV.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here