Beranda Hukum Kriminal Polres Kediri Gulung Produsen Kerupuk Tanpa Izin

Polres Kediri Gulung Produsen Kerupuk Tanpa Izin

BERBAGI

Kediri, AGTVnews.com – Keseriusan aparat penegak hukum di Kediri untuk melindungi konsumen patut diacungi jempol. Ini dibuktikan dengan keberhasilan Satgas Pangan Satreskrim Polres Pare Kediri membongkar industri rumah tangga camilan kerupuk uyel yang tidak mengantongi izin.

Home industri kerupuk tersebut milik Samidi (69 tahun), warga Jalan Veteran Desa/Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri. Usaha ilegal tersebut telah dijalani tersangka beberapa tahun terakhir dengan omset penjualan hingga Rp 800 ribu per hari.

Menurut Kapolres Kediri AKBP Sumaryono, home industri milik tersangka Samidi ini sama sekali tidak mengantongi izin. Baik untuk izin industri rumah tangga maupun izin kesehatan. “Ada izin SIUP dan TDP tapi sudah lama masa berlakunya habis dan tidak diperpanjang oleh tersangka,” ungkap Kapolres Kediri kepada wartawan, Kamis siang (01/06/2017).

| Baca Juga:  Kerajinan Barongan Pelestari Budaya Kediri

Selain tidak mengantongi izin, pelaku dalam proses pembuatan gendar (calon adonan kerupuk) mencampurkan obat yang biasa disebut pijer, bleng, cetitet, obat puli, atau obat gendar (natrium biborat, natrium piroborat, natrium tetraborat) dengan konsentrasi tinggi tanpa menggunakan aturan.

Bleng ini adalah bentuk tidak murni dari asam borat, sementara bentuk murninya dikenal dengan nama boraks. Pelaku mengaku tidak mengetahui bila bleng adalah boraks. Bila tidak ditambah bahan tersebut, adonan tidak mau mengembang sehingga tampilan kerupuk tidak menarik.

| Baca Juga:  Pemkot Kediri Tindak Lanjuti Kasus Penggrebekan Inul Vista

“Tersangka kita jerat dengan pasal 142 Undang-undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang pangan dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara atau denda Rp 4 miliar,” tegas Kapolres Kediri.

Seperti diketahui, mengkonsumsi makanan yang mengandung boraks memang tidak serta merta berakibat buruk terhadap kesehatan. Tetapi boraks akan menumpuk sedikit demi sedikit dan bila sudah kumulatif di tubuh akan menyebabkan gangguan otak, hati, dan ginjal.

Saat ini tersangka Samidi tengah menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Kediri guna mengungkap lebih jauh peredaran kerupuk yang diproduksi. saat ini lokasi pembuatan kerupuk milik Samidi telah ditutup dan diberi garis polisi.(*)

Reporter: Tim Liputan AGTV.