Beranda Hukum Kriminal Pedagang Sate Keliling Cabuli Siswi SD

Pedagang Sate Keliling Cabuli Siswi SD

BERBAGI

Kediri, AGTVnews.com – Perbuatan tidak terpuji dilakukan Saiful Arifin (26 tahun) warga Dusun Geneng Desa/Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri. Pemuda pedagang sate keliling di sejumlah Sekolah Dasar ini, tega melakukan perbuatan cabul kepada W (8 tahun), siswi salah satu SD di Tarokan.

Tersangka Saiful Arifin bisa leluasa melakukan aksinya, karena setiap hari dekat dengan anak-anak di sekolah dasar. Bahkan dalam aksi bejatnya ini, Saiful Arifin mengiming-imingi calon korban dengan imbalasan 2 tusuk sate.

Atas ulahnya ini, Saiful Arifin harus beruruan dengan unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kediri Kota. Kapolres Kediri Kota AKBP Anthon Heriyadi mengatakan, penangkapan pelaku ini setelah ada laporan dari orang tua korban.

| Baca Juga:  Tak Terima Sebutan Komentar di FB, Emak-emak di Kediri Lapor ke Polisi

“Jadi petugas menangkap Saiful setelah ada laporan dari orang tua korban. Kita langsung bergerak cepat dan bisa mengamankan pelaku sebelum terjadi perbuatan main hakim,” ujar AKBP Anthon Heriyadi kepada wartawan, Senin (14/8/2017).

Dihadapan penyidik Polres Kediri Kota, tersangka mengakui membujuk dua siswi agar mau diajak ke kamar mandi dekat sekolah dengan imbalan 2 tusuk sate. Dari dua siswi ini, korban W terpengaruh dan bersedia diajak ke kamar mandi dan selanjutnya terjadi pencabulan.

Saiful yang masih bujangan ini mengaku dirinya terpengaruh film porno yang kerap ditonton. “Sebelumnya saya lihat film porno, jadi saya ada rasa kecanduan,” ujarnya.

| Baca Juga:  Purna Tugas, 20 Anggota Polisi Diarak Naik Becak

Polisi mengamankan barang bukti berupa penutup mata/buff, celana dalam miik korban dan celana jeans milik pelaku. “Kita akan mengembangkan kasus pencabulan ini. Karena tidak menutup kemungkinan ada korban lain yang tidak berani melapor,” pungkas Kapolres Kediri Kota.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 82 UU RI nomer 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU nomer 35 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara paling lama 15 tahun.(*)

Reporter: Wiji Guntoro