Beranda Hukum Kriminal Polres Blitar Bongkar Pemalsu STNK dan BPKB

Polres Blitar Bongkar Pemalsu STNK dan BPKB

BERBAGI

AGTVnews.com – Satuan Reserse Kriminal Polres Blitar membongkar sindikat pemalsu dokumen kendaraan STNK dan BPKB. Dari pengungkapan ini, polisi mengamankan satu tersangka dan puluhan STNK dan BPKB palsu.

Menurut Kapolres Blitar AKBP Slamet Waluya, terungkapnya kasus ini berkat kesigapan petugas Satlantas Polres Blitar yang menemukan adanya STNK janggal. Dimana data di lembar kertas berbeda dengan data di komputer milik kepolisian.

“Saat ditelusuri, ternyata yang bersangkutan membeli sepeda motor dari seseorang yang menggunakan STNK palsu. Dari sini lantas kita temukan jaringannya,” ungkap AKBP Slamet Waluya, Senin (14/8/2017).

| Baca Juga:  Hindari Pemotor, Iring-Iringan Brimob Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tabrakan Karambol

Salah satu anggota komplotan adalah Ali Nur Hanifan (41 tahun) warga Desa Jiwut Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar. Peran tersangka Ali adalah mencari pemesan sekaligus lembaran STNK dan BPKB usang yang akan dipalsu.

Dari tangan tersangka diamankan beberapa dokumen STNK dan BPKB palsu, alat-alat yang digunakan untuk proses pemalsuan seperti stempel, plat kendaraan bermotor, beberapa unit sepeda motor dan satu unit mobil.

Kepada penyidik, tersangka Ali mengaku tidak mengetahui cara pemalsuan tersebut. “Saya tidak mengetahui bagaimana cara merubahnya, yang merubah dokumen-dokumen tersebut Agus,” katanya.

| Baca Juga:  Kasat Sabhara Polres Blitar Mundur Karena Sering Dimaki Pimpinan, Kapolres Angkat Bicara

Berdasarkan penyelidikan, hasil surat kendaraan bermotor palsu tersebut dijual pada pemesan seharga Rp 600 ribu untuk kendaraan bermotor roda dua dan Rp 1 juta untuk kendaraan roda empat. Sedangkan untuk BPKB motor dijual pada pemesan dengan harga Rp 3,5 juta dan untuk mobil Rp 7 juta.

Polisi masih terus mengembangkan kasus ini untuk mengungkap anggota jaringan lain. Sementara pelaku yang tertangkap diancaman dengan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dengan ancaman kurungan 6 tahun.(*)

Reporter: Didik Setiawan