Beranda Pemerintahan Aktivis Ecoton Laporkan Temuan 3 Kuintal Limbah Popok

Aktivis Ecoton Laporkan Temuan 3 Kuintal Limbah Popok

BERBAGI

Kediri, AGTVnews.com – Aktivis Lingkungan Ecoton, mendatangi kantor Dinas Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri, Selasa pagi (26/9/2017). Aktivis ini mendatangi DLHKP dengan membawa 3 kuintal limbah popok hasil pembersihan Sungai Brantas.

Para aktivis brigade evakuasi popok ini diterima Kepala DLKHP Kota Kediri, Didik Catur. Dalam diskusi terbuka para aktivis menanyakan mengenai peraturan daerah (Perda) yang berlaku mengenai pengelolaan sampah. Selama 4 hari melakukan pembersihan sungai di beberapa titik, aktivis peduli lingkungan dari Gresik ini mendapatkan 3 kuintal limbah popok.

Komandan Brigade Evakuasi Popok, Aziz mengatakan, kesadaran masyarakat yang minim menjadi pemicu banyaknya limbah popok yang di buang di sungai. Padahal, dampak adanya limbah popok ini mempengaruhi keseimbangan ekosistem di sungai.

“Limbah popok ini mengakibatkan, 30 persen ikan intereksual atau jadi ikan bencong karena terkontaminasi bahan kimia yang terkandung dalam limbah popok. Belum lagi, 90 persen dari Kota Surabaya, Jombang, Kediri, dan beberapa kota dan kabupaten lainnya memanfaatkan air Sungai Brantas. Kalau dibiarkan kedepannya seperti apa,” ujar Aziz.

| Baca Juga:  Dua Waduk Dikuras, Warga Bantaran Brantas Diminta Waspada

Aziz mencontohkan, saat melakukan sosial eksperimen di Jembatan Brawijaya Kota Kediri, dirinya memergoki adanya pegendara yang membuang sampah sembarangan. Dalam kurun waktu satu jam ada 9 pengendara yang membuang sampah dari atas jembatan.

Sementara itu, Kepala DLHKP Kota Kediri mengapresiasi upaya yang dilakukan aktivis Ecoton. Nantinya, pihaknya akan mengevaluasi bersama mengenai maraknya limbah popok yang banyak di keluhkan masyarakat.

“Sebetulnya bukan hanya popok saja. Banyak sekali yang harus ditindaklanjuti terkait sampah di Kota Kediri. Namun kembali lagi, semua itu punya kapasitas dan fungsi masing-masing, termasuk instansi yang membidangi atau tupoksinya,” papar Didik dalam diskusi tersebut.

| Baca Juga:  Atlet Disabilitas Juara Internasional Lari

Pemkot Akan Pasang CCTV di Jembatan

Menurut Didik Kota Kediri memiliki Perda No 3 Tahun 2015 tentang pengelolaan sampah, dimana sanksi yang diberikan adalah denda Rp 200 ribu dan menyapu jalan sepanjang 500 meter dan Perda tersebut sudah diterapkan.

Pihak DLHKP akan mengupayakan pemasangan CCTV di tiap jembatan, agar oknum pembuang sampah yang nakal memiliki efek jera. Tidak hanya itu pihak DLHKP juga akan berkoordinasi dengan instasi terkait untuk menyadarkan pola masyarakat yang salah.

Limbah popok hasil pengumpulan Ecoton dari 15 kabupaten dan kota yang dilalui Sungai Brantas akan dikumpulkan dan rencananya akan dibawa ke Kantor Gubernur Jawa Timur di Surabaya.(*)

Angga Prasetya