Beranda Hukum Kriminal Melawan Petugas, Sindikat Curanmor Ditembak Kakinya

Melawan Petugas, Sindikat Curanmor Ditembak Kakinya

BERBAGI

Blitar, AGTVnews.com – Tiga anggota komplotan pencuri kendaraan bermotor (curanmor) dibekuk anggota satreskrim Polres Blitar Kota Jawa Timur. Dari tangan tersangka petugas mengamankan tujuh unit sepeda motor hasil curian. Salah satu anggota komplotan terpaksa ditembak karena melawan saat akan ditangkap.

Anggota komplotan yang diamankan masing-masing Darul Iman alias Bogel (30 tahun), warga Kelurahan Kepanjenlor Kota Blitar, Arnawan (42 tahun) warga Kelurahan Garum Kabupaten Blitar, dan Heri Susanto (32 tahun) warga Kelurahan Kuto Anyar Kabupaten Tulungagung. Petugas terpaksa menembak kaki Bogel karena melawan saat akan ditangkap.

| Baca Juga:  Tagih Angsuran, Pegawai Koperasi di Blitar Tewas Mendadak

Menurut Kapolresta Blitar, AKBP Heru Agung Nugroho, komplotan curanmor ini sudah beraksi di tujuh tkp di wilayah hukum Polres Blitar kota. Dari penangkapan ini petugas mengamankan tujuh unit sepeda motor,yang merupakan hasil kejahatan komplotan curanmor antar kota tersebut.

“Benar kita telah menangkap komplotan curanmor yang melakukan aksinya di wilayah hukum polres Kota Blitar. Bahkan salah satunya atas nama Bogel terpaksa kami tembak kakinya, karena melawan saat akan ditangkap,”ujar Kapolresta Blitar.

Sementara itu menurut salah satu pelaku, Bogel mengaku, sepeda motor yang diparkir di pinggir jalan yang menjadi sasaran aksi pencurian komplotannya. Hasil dari mencuri digunakannya untuk membeli obat bagi ibunya yang sakit.

| Baca Juga:  Tilap Uang Kakeknya di ATM, Pemuda di Blitar Diamankan

“Kita mencari kendaraan yang diparkir di pinggir jalan. Kemudian kita gunakan kunci palsu. hanya butuh waktu 5 detik untuk merusak kuncinya dan membawa kabur kendaraan tersebut,’ ujar Bogel.

Pihak kepolisian masih terus mengembangkan kasus ini. Diduga komplotan Bogel ini juga melakukan aksinya di luar Kota Blitar. Para pelaku akan dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancmaan hukuman 7 tahun penjara.(*)

 

Reporter: Didik Setiawan