Beranda Ekonomi Bisnis Tangkapan Nelayan Jaring Turun Akibat Keramba Benur di Pantai Sidem

Tangkapan Nelayan Jaring Turun Akibat Keramba Benur di Pantai Sidem

BERBAGI

Tulungagung, AGTVnews.com – Setelah hampir satu bulan berhenti beraktifitas, akibat cuaca buruk. Beberapa hari terakhir, nelayan jaring tarik di pantai Sidem Dusun Sidem Desa Besole Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung Jawa Timur kembali beraktifitas.

Meski saat ini tengah musim ikan, namun hasil tangkapan ikan nelayan menurun , selain karena faktor cuaca juga akibat jaring yang ditebarkan nelayan tidak sampai ketengah, karena terhalang keramba pencari benur.

Lima hari terakhir, cuaca di perairan laut selatan Jawa mulai Kembali normal. Kondisi ini membuat sejumlah nelayan tradisional yang ada di pantai Sidem memulai kembali aktivitas mereka menebar jaring tarik ke tengah laut. namun ternyata hasil yang diperoleh nelayan ternyata menurun.

| Baca Juga:  Jam Pelayanan Ditambah, Poli RSUD Dr Iskak Buka Sampai 16.00

Jaring yang ditebarkan sejauh setengah mil tersebut, hanya menghasilkan ikan seberat 50 kg saja. Padahal untuk menarik jaring sepanjang itu, diperlukan kerjasama kurang lebih 30 orang nelayan.

Menurut salah satu nelayan, Sutrisno, saat ini jaring tarik nelayan yang ditebarkan tidak sampai jauh ke tengah laut, sekitar 1 mil saja karena terhalang banyaknya keramba mencari benih lobster yang di pasang nelayan setempat.

“Sekarang ini musim ikan, tapi hasilnya ndak seberapa. Dulu sebelum ada ramba, bisa sampai 10 tali, sekarang ada ramba hasilnya jadi turun. Nelayan jaring tarik jadi ndak bebas masang talinya. Biasanya bisa sampai dapat 10 juta, sekarang jadi turun mas, ” jelas Sutrisno.

| Baca Juga:  Dokter RSUD Tulungagung Berbusana Tradisional

Setiap kali mengentas jaring ke pinggir pantai, nelayan hanya mendapatkan ikan 50 kilogram saja, padahal sebelumnya mampu mendapat ikan 3 kuintal. Harga Untuk 1 kilogram ikan layur ukuran besar Rp 20 ribu, sementara ukuran kecil tiga ribu rupiah. Untuk sekali tarik jaring, nelayan ini memerlukan biaya sebesar Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta. bila kondisi seperti ini terus menerus, dipastikan nelayan ini akan merugi rata-rata Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta.(*)

 

Reporter : Wawan Setiawan