Beranda Peristiwa Berniat Buang Hajat di Sungai, Karyawan GG Ditemukan Tidak Bernyawa

Berniat Buang Hajat di Sungai, Karyawan GG Ditemukan Tidak Bernyawa

BERBAGI

Kediri, AGTVnews.com – Imron Edi Purnomo (33 tahun) karyawan pabrik rokok PT Gudang Garam, warga Desa Klampitan Kecamatan Purwosari Kabupaten Kediri, ditemukan tewas di aliran Sungai Desa Wonokerto Kecamatan Plemahan Kabupaten Kediri, Sabtu dinihari (21/10/2017).

Dari informasi yang diperoleh, saat itu korban tengah bersama istrinya, Elsa Armelaria (34 tahun) melakukan perjalanan dari arah Jombang, Jumat malam (20/10/2017). Namun menurut Elsa, korban bukannya pulang justru memacu kendaraannya ke jurusan Bogo Kecamatan Plemahan. Sesampainya di pinggir jalan Desa Wonokerto Kecamatan Plemahan korban mengeluh sakit perut.

| Baca Juga:  Belasan Pelaku Judi Botoh di Kediri Diamankan

Korban kemudian menuju ke sungai Desa Wonokerto, sementara istrinya menunggu didalam mobil. Setelah ditunggu sekian lama, korban tidak juga muncul, akhirnya istri korban kerumah orangtuanya di Desa Kayenlor Kecamatan Plemahan untuk meminta pertolongan mencari korban.

Istri korban dan warga setempat kemudian menyisir pinggiran sungai untuk mencari keberadaan korban. Pada pukul 00.25 wib jasad korban ditemukan dan dilaporkan ke pihak kepolisian. Dari hasil pemeriksaan Tim Inafis Polres Kediri dan tim Medis dari Puskesmas setempat, tidak ditemukan adanya luka di tubuh korban.

| Baca Juga:  Bawa Pil Koplo, Protolan SD Diringkus di Pinggir Jalan

“Luka pada kemaluan dan lengan korban diduga karena terkena ujung bumbu yang digunakan warga saat melakukan pencarian korban didalam dasar sungai,” ujar Petugas.

Sementara itu Kapolres Kediri AKBP Sumaryono melalui Kasubbag Humas Polres Kediri AKP Muklason mengatakan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban.

“Keluarga korban menolak dilakukan otopsi, dan jenazah langsung dikembalikan pada pihak keluarga. Keluarga juga sudah membuat surat pernyataan bermaterai dan diketahui pihak desa,” ujar AKP Muklason.(*)

Reporter : Rianto