Beranda Peristiwa DPRD Tindak Lanjuti Aduan Warga Terkait Galian C Rolak 70

DPRD Tindak Lanjuti Aduan Warga Terkait Galian C Rolak 70

BERBAGI

Kediri, AGTVnews.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kediri, yang tergabung di Komisi A datang ke Kantor Desa Juwet Kecamatan Kunjang untuk menindak lanjuti aduan warga terkait aktifitas tambang galian C Rolak 70, Selasa siang (17/10/2017).

Ditengarai, aktifitas tambang pasir di Rolak 70 melakukan pelanggaran merusak tanaman milik petani sekitar dan termasuk sangkaan merusak lingkungan. Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Kediri yang hadir yakni Feni Widayati dari Fraksi PDI-P, Antok Prapungka Jaya dari Nasdem, Mujiono dari Gerindra, Moh Saiful dari PAN, Joko Riyono dari Demokrat .

Dodik Purwanto, Sekretaris Komisi A bersama rombongan sejumlah 7 orang menuju Kantor Desa Juwet Kecamatan Kunjang untuk menemui Kepala Desa, Dian Taufika guna mengklarifikasi kebenaran aduan warga tersebut.

Dalam suratnya, warga yang identitasnya disembunyikan itu mengaku resah karena dampak aktifitas tambang galian C Rolak 70 yang dianggap telah melakukan tindakan sewenang-wenang dengan merusak tanaman Jagung dan juga melakukan penggalian pada lahan yang belum mendapatkan kompensasi atau ganti rugi.

“Kami bersama rombongan menanyakan kebenaran aduan warga Juwet yang dikirimkan ke Kantor DPRD Kabupaten Kediri beberapa hari yang lalu. Hasil pengumpulan data dan keterangan tersebut nantinya akan kami bahas dalam rapat komisi untuk menentukan langkah selanjutnya,” ungkap Dodik Purwanto.

| Baca Juga:  Ratusan Warga Geruduk Galian Pasir Sungai Dermo

Konflik Sudah Sering Terjadi

Dalam pertemuan tersebut, Kades Juwet membenarkan adanya permasalahan yang sedang terjadi di wilayahnya terkait dampak galian C. Bahkan pihak desa juga sering menerima keluhan atas permasalahan yang dialami warga.

Namun tidak bisa berbuat banyak karena takut terjadi sesuatu yang tidak dikehendaki. Bahkan Kades juga menceritakan bahwa permasalahan yang sama juga pernah terjadi pada tahun 2015 dan 2016 yang lalu.

“Pokoknya urusan galian saya tidak ikut campur, karena proses perijinan pihak Desa tidak tahu menahu. Saya juga pernah ditawari untuk ikut di dalamnya tapi saya menolak dengan pertimbangan takut menimbulkan pro kontra di masyarakat,” tegas Dian Taufika.

Setelah banyak mendapatkan informasi, baik dari Pemerintah Desa maupun hasil penelusuran pada masyarakat, kemudian rombongan melakukan musyarawah dan berencana akan melakukan penelusuran ke Proyek Pengendali Lahar Gunung Kelud sebagai pihak yang memegang wewenang.

Menurut Keterangan Kades Juwet, luasan Rolak 70 yang masuk Desa Juwet dan Pare Lor Kecamatan Kunjang diperkirakan mencapai 70 hektar. Saat ini penambangan dikelola oleh 2 CV yaitu CV Adhi Djoyo dan CV Moestaman Group.(*)

Reporter : Rianto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here