Beranda Ekonomi Bisnis Payung Kuno Mbah Rasimun Tembus Pasar Internasional

Payung Kuno Mbah Rasimun Tembus Pasar Internasional

BERBAGI

Malang, AGTVnews.com – Payung, merupakan piranti yang sangat kita perlukan pada musim penghujan. Berbagai jenis dan model payung modern bermunculan, sementara payung kuno terbuat dari bambu dan kertas mulai terpinggirkan.

Namun siapa sangka justru payung kertas kuno buatan Rasimun Juma (90 tahun) warga Kota Malang Jawa Timur ini, bisa menembus pasar internasional.

Mbah Rasimun, membuka usaha ini di rumahnya di Jalan Laksamana Adi Sucipto Kota Malang Jawa Timur. Dalam satu bulan mbah Rasimun mampu menghasilkan payung sebanyak 60 hingga 100 biji dengan tangannya sendiri.

Selama ini mbah Rasimun hanya bekerja sendiri tanpa dibantu karyawan. Satu payung dijualnya dengan harga antara Rp 35 ribu hingga ratusan ribu rupiah.

Dari tangan rentanya mbah Rasimun menyelesaikan pembuatan payung kertas tersebut. Mulai pembuatan rangka payung dari bambu, pemasangan benang, kertas dan kolong payung dikerjakannya sendiri. Bahkan untuk memasang kertas serta mengecat dilakukan bapak 8 anak itu.

“Awalnya tahun 45 dulu, warga Tanggul Angin disuruh ngungsi kesini karena adanya agresi militer Belanda. Ada 15 KK yang pada saat itu yang ngungsi. Kalau siang kita mbuat payung, kalau malam kita nyerbu. Ya sampai sekarang ini, yang lain usahanya sudah mati, saya masih tetap mempertahankan,” cerita mbah Rasimun dengan logat bahasa Malangan bercampur Jawa.

| Baca Juga:  Kacamata Kayu Kreasi Mantan Narapidana

Untuk membuat payung kertas ini, dibutuhkan bambu dan kertas sebagai bahan dasar. Sementara untuk bor maupun soket untuk melubangi payung, mbah Rasimun membuat sendiri.

Di usia senjanya mbah Rasimun berharap kerajinan payung kertas ini tidak pupus ditelan jaman. Meski banyak temannya seperjuangannya sebagai pengrajin sudah tidak lagi eksis, tergerus era modernisasi.

“Kerajinan payung ini harus bisa dipertahankan. Karena ini adalah sejarah. Sejarah perjuangan bangsa. Biar anak cucu semua tahu payung kertas,” cerita Mbah Rasimun penuh semangat.

Dari usahanya ini mbah Rasimun mendapat penghargaan dari Sri Paduka Mangkunegoro IX di Kasunanan Surakarta. Meski tak banyak yang menggunakan payung kertas ini dalam kehidupan sehari-hari, namun payung kertas ini sudah menembus pasar internasional sebagai payung souvenir.(*)

Reporter: Ilmi Zamzam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here